JL.GOWONGAN KIDUL JT. III/416
YOGYAKARTA
TANGGAL
:
Alhamdulillah,
segala puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah
memberikan rahmat, hidayah, serta inayah-Nya kepada penulis. Sehingga pada kesempatan
ini penulis dapat menyelesaikan tugas dan menyusun Laporan kegiatan Pratik
Industri ( PI ) ini.
Tak
lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu,
baik secara langsung maupun tidak langsung dalam terselenggaranya seluruh
kegiatan Praktik Industri ( PI ) dengan kompetensi keahlian Multi Media.
Selanjutnya
atas dorongan dan bantuan serta saran yang diberikan kepada penulis, penulis
mengucapkan terima kasih kepada :
1.
Ibu Dra. Titik Komah Nurastuti, selaku Kepala SMK N 7
Yogyakarta, yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk melaksanakan
Praktik Industri ( PI ), sehingga penulis mendapat pengalaman di dunia kerja
yang sesungguhnya.
2.
Bapak H. Haryanto, selaku Direktur utama Anton Photo
dan Video yang telah berkenan memberikan kesempatan kepada penulis untuk
melaksanakan Praktik Industri ( PI ).
3.
Ibu Dra. Purwani Siwi Astuti, selaku ketua kompetensi
keahlian Multi Media dan pembimbing sekolah yang telah memberi petunjuk kepada
penulis dalam bidang Praktik Industri ( PI ).
4.
Bapak/Ibu Guru karyawan SMK N 7 Yogyakarta yang telah
membantu pelaksanaan Praktik Industri ( PI ).
5.
Seluruh karyawan dan karyawati Anton Photo yang telah
membantu penulis melaksanakan Praktik Industri ( PI ) dan juga telah memberikan
ilmu-ilmunya kepada penulis.
6.
Orang tua yang telah mendukung terlaksanya Praktik
Industri ( PI ) ini.
Penulis
menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan
kritik dan saran dari semua pihak, yang bersifat membangun agar penulis dapat
menjadi lebih baik lagi.
Harapan
penulis, semoga laporan ini bermanfaat bagi yang membacanya.
Wassalamu’alaikum
Wr.Wb.
HALAMAN
JUDUL ...................................................................................... i
HALAMAN
PENGESAHAN ........................................................................ ii
KATA
PENGANTAR .................................................................................... iii
DAFTAR
ISI .................................................................................................. v
Lampiran
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Praktik Industri
Praktik
Indutri (PI) adalah suatu bentuk penyelenggaraan Program Sistem Ganda dari
sekolah yang memadukan secara sistematik dan sinkron antara program pendidikan
di sekolah dan program perusahaan yang diperoleh melalui kegiatan bekerja
langsung di dunia kerja dengan tujuan untuk mencapai suatu tingkat keahlian
profesional. Keahlian profesional hanya dapat dibentuk melalui tiga unsur utama
yaitu ilmu pengetahuan, teknologi informasi, dan skill. Ilmu pengetahuan dan
tehnik dapat dipelajari dan dikuasai kapan dan di mana saja berada, sedangkan
skill tidak dapat diajarkan tetapi dapat dikuasai melalui proses mengerjakan
langsung pekerjaan pada bidang profesi itu sendiri.
Pendidikan
System Ganda dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang profesional
dibidangnya. Melalui Pendidikan Sistem Ganda diharapkan dapat menciptakan
tenaga kerja yang profesional. Siswa yang melaksanakan Pendidikan Sistem Ganda
tersebut diharapkan dapat menerapkan ilmu yang didapat dan sekaligus
mempelajari dunia industri.
Tanpa
diadakannya Pendidikan Sistem Ganda ini, siswa tidak dapat langsung terjun ke
dunia industri karena belum mengetahui dengan benar bagaimana situasi dan
kondisi lingkungan kerja. Ada beberapa peraturan tentang Praktik Industri (PI)
dan putusan Menteri.
Adapun
peraturan Praktik Industri (PI) adalah sebagai berikut :
1. UU.
No. 2 tahun 1989 tentang Pendidikan Nasional yaitu untuk menyiapkan peserta
didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/atau latihan bagi peranannya
di masa yang akan datang.
2. Peraturan
Pemerintah No. 29 tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah yang bertujuan
meningkatkan kemampuan peserta didik sebagai anggota masyarakat dalam
mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya, alam sekitar,
dan meningkatkan pengetahuan peserta didik untuk melanjutkan pendidikan pada
jenjang yang lebih tinggi dan untuk mengembangkan diri sejalan dengan
perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) serta kebudayaan.
3. Peraturan
Pemerintah No. 39 tahun 1992 tentang peran serta masyarakat dalam Pendidikan
Nasional, serta
4. Keputusan
Menteri No. 0490/1993 tentang Kurikulum SMK yang berisi: “Dalam melaksanakan
pendidikan dilaksanakan melalui dua jalur yaitu Pendidikan di dalam sekolah dan
Pendidikan di luar sekolah”.
Karena
ketentuan-ketentuan tersebutlah Pendidikan Sistem Ganda dilakukan pada Sekolah
Menengah Kejuruan. Selain karena ketentuan tersebut ada banyak pula yang
menjadi nilai lebih dalam terlaksanaknya Praktik Industri (PI).
B.
Tujuan Praktik Industri
Tujuan dari diadakannya
Praktik Industri (PI) ini, yaitu :
1. Meningkatkan
pengetahuan siswa pada aspek-aspek usaha yang profesional dalam lapangan kerja
antara lain struktur organisasi, jenjang karir dan teknik.
2. Untuk
mencapai Visi dan Misi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
3. Menghasilkan
tenaga yang memiliki keahlian profesional.
4. Peserta
didik dapat memiliki jiwa yang penuh rasa tanggung jawab yang besar terhadap
masa depan bangsa.
5. Karena
tuntutan zaman di mana masyarakat sekarang diharuskan mengenal lebih dalam
tentang dunia kerja.
C.
Manfaat Praktik Industri
1. Bagi
Dunia Usaha/Industri/Kerja
a. Dapat
mengenal dan mengamati keahlian siswa/peserta Praktik Industri (PI) ditempat
tersebut, sehingga jika dibutuhkan dapat direkrut.
b. Karena
peserta didik telah mengikuti proses produksi secara aktif, dalam pengertian
tertentu peserta didik adalah tenaga kerja yang menguntungkan.
c. Memberi
keputusan Dunia Usaha/Industri/Kerja karena diakui turut serta menentukan hari
depan bangsa melalui pendidikan ketrampilan yang dilatih pada siswa yang
melaksanakan Praktik Industri (PI).
d. Peserta
didik dapat dibentuk sesuai dengan ciri khas tertentu perusahaan.
2. Bagi
Siswa
a. Hasil
belajar siswa akan lebih bermakna, karena setelah selesai sekolah akan
benar-benar memiliki kemampuan/keahlian profesional sebagai modal kerja.
b. Siswa
tidak perlu terlalu lama untuk mencari tingkat keahlian siap kerja.
c. Keahlian
profesional dapat mengangkat harga diri dan rasa percaya diri yang dapat
mendorong meningkatkan keahlian profesional.
D.
Jadwal Praktik Industri
Adapun
waktu untuk melaksanakan Praktik Industri (PI) adalah mulai dari tanggal 1
Febuari 2012 s/d 30 April 2012.
BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
A.
Sejarah
Singkat Perusahaan
Anton Foto &
Video yang beralamat di Jl. Yogyakarta-Godean Km 14,7 (Timur Pasar Ngijon)
Yogyakarta yang didirikan pada tahun 1999. Pada awal berdiri hingga saat ini
Anton Foto & Video dipimpin oleh bapak H. Hariyanto, S.Pd yang akrab dipanggil
bapak Anton. Alasan beliau mendirikan Anton Foto & Video untuk
mengembangkan hobi dan karya-karyanya yang berinovasi. Dahulu beliau hanya
sebagai tukang foto yang bekerja di luar (sebelum beliau memiliki studio
pribadi). Di samping itu beliau juga mengajar sebagai guru PKn di sekolah
impress. Setelah beliau menikah, selang dua tahun beliau mendirikan studio foto
pribadi.
Pada awal berdirinya,
tempat tersebut bukan bernamakan Anton Foto & Video melainkan Foto Anton,
yang dahulu terletak di dua rumah ke arah timur dari toko yang saat ini
berdiri. Pada waktu itu gempar-gemparnya foto klise, dengan keahlian dapat
melayani jasa foto dan mencetak foto klise secara pribadi. Dengan peralatan yang
tidak selengkap sekarang ini, yang hanya dibantu dengan komputer tahun 2004-an
dan software camedia yaitu software
bawaan dari printer, yang hanya dapat
memotong dan membuat ukuran saja. Namun hal tersebut tidak menurunkan semangat
beliau dan tetap dilakukannya hingga muncul generasi foto digital.
Berangsur lama foto
klise mulai berkurang dan beralih ke foto digital. Untuk mencetak foto beliau
memilih untuk mencetak foto tidak secara pribadi melainkan untuk bekerjasama
dengan agen-agen percetakan foto. Pada
dua bulan sebelum gempa di Bantul tanggal 27 Mei 2006 kira-kira bulan Maret, Bapak
Anton mendirikan toko baru bernama Anton Foto & Video yang sekarang ini
untuk tempat produksi. Tetapi peralatan juga masih sederhana karena untuk
penguasaan komputer masih belum bisa. Akhirnya adik dari Bapak Anton yaitu
Bapak Nurhamidi memperkenalkan sebuah software
baru yakni Adobe Photoshop. Selang
beberapa bulan karyawan dari Anton Foto yaitu Mas Latif memperkenalkan sebuah
cara dari Adobe Photoshop yakni action yang memiliki keuntungan lebih
untuk mempermudah pekerjaan-pekerjaan mengedit foto. Dirasa foto digital
merambah jaya munculah ide untuk menambah produksi berupa edit video, walau
untuk saat ini tidak dilakukan pribadi. Hingga sampai saat ini tempat tersebut
dikenal dengan Anton Foto & Video.
B.
Visi
& Misi Perusahaan
1. Visi
Anton Foto & Video
Mengembangkan
teknologi fotography dan shoting
2. Misi
Anton Foto & Video
a. Membuka
lapangan kerja usaha dibidang fotography dan shoting
b. Penyediaan
jasa studio dan panggilan video shoting
c. Pelayanan
konsumen yang berkualitas dan memuaskan
C.
Struktur
organisasi
D.
Fasilitas
Teknologi Perusahaan
Dalam
mengerjakan segala sesuatunya Anton Foto & Video menggunakan beberapa
fasilitas teknologi sebagai penunjang keberhasilan dan keunggulan produk, yaitu
:
1. Perlengkapan
fotografi dan lighting.
2. Perlengkapan
foto studio dan lighting.
3. Perlengkapan
shoting (untuk liputan).
4. 2
buah scenner
5. 6
buah PC dengan uraian sebagai berikut :
a. 2
buah PC untuk melayani customer.
b. 3
buah PC untuk editing foto.
c. 1
buah PC untuk editing video.
6. 4
buah mesin pencetak (Printer)
a. 2
mesin Printer untuk mencetak foto
b. 2
mesin Printer untuk mencetak label DVD/CD
7. Sebuah
alat Laminasi
8. Sebuah
alat untuk mengcopy CD (Power Digital)
E.
Keunggulan
Perusahaan
Keunggulan
dari Anton Foto & Video ini yaitu foto manten.
F.
Produk
Anton Foto &
Video bergerak dibidang jasa Foto dan Video, yaitu melayani foto dan video
panggilan untuk acara pernikahan, wisuda prewedding, lelayu, seminar, ulang
tahun, purna warsa sekolah, pengajian, foto keluarga, pas foto, dan lain
sebagainya.
BAB III
URAIAN
KEGIATAN
A.
Pelaksanaan
1. Melayani
Customer
Alat
dan Bahan
a. Adapun
Alat yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan tersebut, antara lain :
1) Komputer
untuk customer service
Spesifikasi ;
Ø Processor
Pentium 4
Ø Hard
Disk Seagata (sata)
Ø Memory
(RAM) DDR3 (4 GB)
Ø Operating
System ; Microsoft Windows XP3
2) Komputer
untuk editing foto
Spesifikasi ;
Ø Processor
Intel Core 2 Duo
Ø Hard
Disk 120 GB
Ø Memory
(RAM) 3.00 GB
Ø Operating
System ; Microsoft Windows XP
3) FlashDisk
Kingston 4 GB
4) Scanner
CanonScan 8800F
5) Printer
EPSON Stylus Foto TX210 Series
6) Printer
EPSON C90
b. Bahan
yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan :
1) Software
Adobe Fotoshop
2) Software
Presto! pageManager 7.15
3) Kertas
foto (Foto Paper)
4) Kertas
label CD
Melayani
customer yang baik merupakan salah satu penunjang keberhasilan setiap perusahaan.
Maka
dari itu langkah yang harus diketahui dalam melayani customer yaitu mengetahui
alur dari pelaksanaan melayani customer itu sendiri. Berikut ini adalah
beberapa penjelasan dari alur-alur dalam melayani customer yang berada di
studio Anton Photo & Video:
a. Menerima
Order
Dalam
melayani customer pertama-tama harus mengetahui tata cara melayaninya. Ada
berbagai hal yang harus dilakukan untuk memikat para customer agar menarik
untuk menjadi pelanggan tetap, yaitu dapat dilakukan dengan cara sebagai
berikut :
· Memberikan
senyuman, salam dan sapaan yang ramah kepada customer.
· Bertanya
kepada customer, bahwa mereka membutuhkan apa. Misalkan, ingin bertemu dengan
pimpinan, ingin mencetak foto, ingin pas foto atau berfoto, ingin bertanya
tentang harga paket pernikahan, wedding, atau yang lainnya.
· Langkah
selanjutnya memberikan penjelasan terhadap customer tersebut. Jika keadaan
ramai, meminta kepada customer untuk menunggu antrian.
Jika
customer menginginkan untuk mencetak foto, langkah selanjutnya adalah mengolah
data pesanan di komputer customer service,
mulai dari mencocokkan data yang diinginkan oleh customer, ukuran yang diminta, berapa banyaknya, hingga tanggal
diterimanya. Setelah itu pengiriman dari komputer customer service ke komputer editing foto dengan
menggunakan FlasDisk.
Apabila
customer menginginkan untuk foto, maka langkah yang dilakukan setelah menerima
order yaitu menyampaikan pesan kepada pihak yang bertanggung jawab untuk foto.
Setelah customer di foto, hasil dari foto tersebut diedit yang dilakukan di
komputer editing.
b. Administrasi
Administrasi
dilakukan setelah terjadinya kesepakatan antara customer dengan harga yang
harus dibayarkan. Hal tersebut dilakukan karena untuk mengurangi terjadinya
kerugian dan penipuan yang kerap terjadi di dunia usaha.
c. Foto
dan Editing
Setelah
melalui proses pertama dan kedua sekarang melalui proses foto dan editing.
Proses memfoto dilakukan dengan menggunakan alat-alat foto studio yaitu berupa kamera
Nikon D90, kamera SLR, serta aksesoris tambahan berupa 2 buah lampu Pro dan soft box, serta background
color. Di Anton Photo & Video sendiri memberikan pilihan untuk foto
menggunakan digital atau klise. Dalam
bentuk digital itu sendiri objek akan difoto menggunakan kamera Nikon D90 dan
hasil foto akan disimpan ke dalam media digital berupa CD (dari pihak Anton
sudah menyediakan). Dan untuk pilihan klise, objek akan di foto menggunakan
kamera SLR yang hasilnya akan disimpan dalam klise. Klise itu sendiri terbagi
menjadi dua, yaitu klise hitam putih dan klise warna. Klise hitam putih dengan
ciri-ciri klise berwarna keunguan dan klise warna yang memiliki ciri warna
coklat kemerahan. Namun di Anton Photo & Video klise hitam putih ini sudah
tidak diproduksi lagi.
Proses
pengeditan foto dan pesanan customer diedit
di komputer editing. Hal tersebut dilakukan tidak terlalu lama hanya sekitar
15-20 menit saja. Dalam proses pengeditan ada sedikit aturan yang harus dipakai
mulai dari pewarnaan, ukuran, serta posisi mencetaknya. Dan yang harus
diperhatikan dalam pengeditan tidak boleh meninggalkan suatu ciri atau
keistimewaan dalam objek tersebut. Misalkan tahi lalat dan kerut wajah.
d. Finishing
Setelah
melalui proses pegeditan, hasil dari foto tersebut dicetak dengan menggunakan
printer. Menggunakan ketentuan-ketentuan ukuran sebagai berikut :
·
10 R
·
8R
·
7R
·
5R
·
4R
·
3R
·
2R
·
4x6
·
3x4
·
2x3
Setelah ditentukan ukurannya foto dapat
dicetak dengan menggunakan alat berupa Printer
EPSON Stylus Foto TX210 Series atau
Printer EPSON C90 dan bahan berupa kertas foto. Printer EPSON Stylus Foto TX210 Series dan Printer EPSON C90 dipilih karena hasil cetak yang bagus dengan
kecepatan yang medium. Keinginan konsumen yang cepat saji dan kualitas bagus
yang mendasari menggunakan printer jenis tersebut.
Di Anton Photo & Video menggunakan
beberapa jenis kertas foto, diantaranya
menggunakan kerta jenis Glossy Photo Paper / Glanz Paper dan Pemium Glossy Photo Paper.
Glossy
Photo Paper / Glanz Paper, bahan
tersebut memiliki permukaan yang halus dan memantulkan lebih banyak cahaya yang
membuatnya terlihat mengkilap. Tapi jenis kertas foto ini cenderung mudah
lengket, rawan gores dan berbekas sidik jari. Kertas ini merupakan jenis
standar cetak foto. Dengan jenis kertas yang mengkilap dan putih mampu
menghasilkan cetakan yang cemerlang. Dapat digunakan untuk foto resolusi tinggi
dan harga kertas yang relatif murah (standar cetak foto).
Pemium Glossy Photo Paper, kertas jenis ini
biasa disebut oleh para penggunanya dengan sebutan high glossy, kertas jenis ini mampu menghasilkan cetakan dengan
efek yang lebih mengkilap. Kertas jenis ini sangat cocok untuk mencetak photo
dengan resolusi tinggi. Walaupun harga kertas ini lebih mahal tetapi jika digunakan,
akan menghasilkan cetakan photo yang maksimal dan lebih cerah.
Kemudian dari hasil tersebut dapat
dipotong sesuai dengan garis luar foto, dengan cara menambahkan kira-kira
setengah (0.5 cm) keluar dari garis luar foto.
Untuk sekedar tambahan saja, bahwa di
studio Anton Photo & Video ini juga melayani pentransferan data dan
penyimpanan data. Untuk penyimpanan data foto, pihak Anton Photo memberikan
fasilitas berupa penyimpanan data menggunakan CD untuk foto pertama. Namun jika
ada pelanggan yang menghendaki untuk mentransfer data ke media pribadi (dengan flashdisk atau MMC), juga akan dilayani. Selain dalam bentuk digital seperti
diatas Anton Photo & Video juga memberikan pilihan untuk mentransfer dari
bentuk klise ke dalam bentuk digital.
2. Macam
- macam Alat Foto
Adapun
alat yang digunakan dalam kegiatan tersebut ialah ;
a. Kamera
Nikon D90
b. Kamera Nikon D300
c. Kamera Nikon D700
d. Kamera Nikon D3000
e. Kamera Nikon D7000
f. Lampu flash kamera
g. Lampu pro
h. Soft
box
Alat - alat tersebut merupakan alat yang
digunakan oleh Anton Photo & Video. Kamera dengan merek Nikon dipilih oleh
Anton Photo & Video karena dianggap hasil yang tercipta bagus, mudah
digunakan, harga murah dijangkau.
Foto studio Anton Photo & Video
menggunakan kamera Nikon D90. Sedangkan aksesoris yang digunakan adalah lampu pro dan soft box. Tujuan menggunakan lampu pro dan soft box tersebut ialah
untuk menerangi objek, menciptakan gambar yang artistic, menghilangkan bayangan
yang mengganggu atau tidak diperlukan, menciptakan efek khusus sehingga cahaya
yang dihasilkan lebih terarah.
Sedangkan untuk foto out door dapat
menggunakan kamera Nikon D300, Nikon D700, Nikon D3000, Nikon D7000, tambahan
lampu flash kamera, dan tambahan aki yang berfungsi sebagai catu daya lampu
flah tambahan tersebut. Bahkan jika dalam keadaan yang tidak memungkinkan
cahaya dapat pula ditambah dengan lampu dan soft box. Lampu flas tambahan
bertujuan untuk menerangi obek, menciptakan gambar artistic, membuat efek
khusus, dan dapat pula untuk membuat suasana waktu.
Pemilihan kamera-kamera telah ditentukan
berdasarkan kualitas yang disediakan oleh kamera tersebut. Selain alat tersebut
adapula tambahan lensa. Lensa tambahan digunakan untuk memperbagus objek yang
akan dihasilkan, semakin bagus jenis lensa akan semakin bagus pula hasil objek
yang dihasilkan. Namun hal itu tidak luput dari cara penggunaan alat dan teknik
pengambilan bojek yang digunakan.
3. Teknik
Dasar Pemotretan
Saatnya untuk mengetahui bagaimana cara memotret
untuk menghasilkan sebuah karya foto yang jitu. Seorang fotografer pada awalnya
harus menguasai kamera dan bagaimana cara kamera tersebut.
a. Focusing
Focusing adalah teknik paling dasar tetapi
begitu penting, karena untuk mendapatkan gambar yang tajam dan jelas kita harus
melakukan focusing
secara tepat. Pemilihan bidang atau titik tertentu dalam suatu obyek foto akan
menentukan kesan kedalaman pada sebuah foto. Obyek yang akan kita hadapi dalam
pemotretan tidak hanya sekedar benda diam saja, tetapi kita juga akan
dihadapkan pada benda bergerak, hal ini akan berpengaruh pada tingkat kesulitan
dalam focusing.
Untuk tahap pembelajaran, lakukanlah focusing pada benda diam dahulu hingga kita memahami tehnik focusing
dengan tepat.
b. Pengaturan
Speed
Proses
pembakaran negatif di dalam kamera untuk mendapatkan hasil tertentu dipengaruhi
oleh cara kerja dan kecepatan rana kamera. Kita bisa menentukan kecepatan rana
saat pembakaran dengan pengaturan speed. Semakin tinggi speed (high speed)
yang kita pakai maka akan semakin cepat pula rana bekerja dan sebaliknya,
semakin rendah speed (low speed) yang kita pakai maka akan semakin
lambat pula rana bekerja. Dalam dunia fotografi terdapat istilah pencahayaan
normal (normal eksposure), pencahayaan rendah (under
eksposure) dan pencahayaan tinggi (over
eksposure). Pencahayaan normal adalah dimana kita menentukan speed dan
diafragma yang tepat untuk mendapatkan gambar seperti pada keadaan obyek foto
yang sebenarnya. Over eksposure (pencahayaan tinggi) adalah kompensasi
pada pengaturan speed untuk mendapatkan intensitas pencahayaan yang lebih
banyak daripada pencahayaan normal dan gambar yang dihasilkan pun lebih terang
daripada kondisi aslinya. Under eksposure (pencahayaan rendah) adalah
kompensasi pencahayaan pada pengaturan speed untuk mengurangi intensitas cahaya
dibawah pencahayaan normal. Under eksposure sering digunakan ketika
kondisi cahaya dalam pemotretan terlalu keras sehingga pengkompensasian akan
diperlukan untuk mendapatkan gambar yang lebih maksimal.
c. Pengaturan
Diafragma
Sebuah foto yang
menarik adalah dimana foto tersebut terdapat dimensi ruang atau kesan
kedalaman. Fasilitas diafragma pada lensa kamera berperan penting dalam
mengatur pemisahan antara bidang background dan obyek utama. Diafragma juga
menetukan seberapa luas ruang tajam pada foto. Semakin kecil bukaan diafragma
semakin luas ruang tajam yang bisa kita dapatkan dan semakin besar bukaan
diafragma maka semakin sempit ruang tajam dalam foto.
4. Macam
– macam Hasil Foto
Secara
kategorisasi foto dibedakan menjadi berbagai macam. Kategorisasi ini bertujuan
untuk memudahkan pembuatan dan pemanfaatannya, sesuai dengan standar kualitas
bagi masing-masing keperluan. Ada banyak sekali kategori foto, antara lain foto
keluarga, foto dokumentasi, foto resmi, foto salon, foto seni, foto kriminal,
foto kedokteran (foto sinar
X/rontgen), foto
infra merah, foto bawah taut, foto satelit, foto udara, foto mikro, foto
jurnalistik, foto in door, foto out door,
dan masih banyak kategori-kategori foto yang lainnya.
Selain
itu, ada pula kategori foto berdasarkan ukuran. Misalnya pas foto, foto seluruh
badan, foto KTP, foto paspor, foto postcard, foto haji dan lain-lain. Ada pula
pembedaan sesuai dengan jenis kameranya, misalnya foto analog (dengan film) dan
foto digital.
Anton Foto & Video dalam bergerak di bidang jasa
foto dan video, yaitu melayani foto dan video panggilan untuk acara pernikahan,
wisuda pre-wedding, lelayu, seminar, ulang tahun, purna warsa sekolah,
pengajian, foto keluarga, pas foto, dan lain sebagainya. Anton Foto & Video
memberikan jasa dalam tampilan fotonya dalam berbagai hal macam bentuk. Berikut
ini akan di uraikan macam-macam bentuk tampilan jasa foto yang diberikan oleh
Anton Foto & Video.
v Pre-Wedding
Foto pre-wedding kini semakin banyak digemari oleh para
pasangan yang ingin melangsungkan pernikahan. Foto pre-wedding umumnya dibuat
untuk sebuah karya foto yang akan membuat kesan unik, bercitarasa, indah dan
menarik. Karena hal tersebut maka, untuk membuat citarasa dalam pembuatannya
diperlukan sebuah perencanaan atau sebuah konsep dari khsusnya pihak pengantin
dan umumnya dari pihak wedding organizer,
agar sebuah foto pre-wedding dapat menjadi bagus, indah, dan kelak menjadi
sebuah kenangan tersendiri bagi pengantin tersebut. Foto pre-wedding biasanya
dipajang pada buku album, di area resepsi, desain undangan pernikahan, atau
dapat pula sebagai hiasan rumah.
v Graduation
Didengar
dari perkataannya memang sudah tidak asing lagi. Graduation yang dapat berarti kenaikan pangkat, kelulusan, atau
orang Indonesia sering menyebut dengan Wisuda. Tak dapat dipungkiri lagi setiap
orang yang baru saja wisuda pasti menginginkan adanya dokumentasi bersejarah
tentang moment tersebut. Maka dapat disimpulakan bahwa Graduation tersebut adalah pelayanan jasa Foto dengan objek sedang
mengalami moment Wisuda (kelulusan).
v Candid
Candid adalah salah satu karya fotografi
yang mengandalkan kepekaan dan insting fotografer untuk membidik objek-objek
yang menarik. Dengan kata lain fotographer dapat membidik suatu peristiwa yang
natural (tidak dibuat-buat), ekspresif, dan spontan. Biasanya hasil dari foto
candid berupa portrait wajah dalam posisi tidak berpose (objek tidak sadar bila
sedang diportrait).
v Commercial
Commercial
fotography mempunyai
cakupan yang luas sekali. Objek apapun bisa dijadikan karya foto yang memiliki
nilai jual, sehingga tiap fotografer yang menggeluti bidang ini perlu bekal
pengetahuan fotografi yang luas terhadap penggunaan berbagai perangkat
pemotretan dan segala aksesori pendukungnya serta perangkat penyinaran dan
aksesorisnya. Dan yang paling penting adalah manajemen dan wawasan untuk
mendukung kreatifitas dan kelancaran kerja.
Ini berarti seorang fotografer
komersial haruslah berpengetahuan lengkap terhadap segala macam teknis
pemotretan dan juga berpengalaman dengan jam terbang melakukan pemotretan
terhadap berbagai jenis benda mati dan benda hidup, produk paling kecil sampai
paling besar misalnya flora, fauna, balita sampai model dewasa. Selain itu
fotografer juga harus fasih melakukan pemotretan studio, mengetahui workflow
pemotretan, mengetahui pemotretan di tempat terbuka dan bisa bersosialisasi di
berbagai kalangan yang berbeda tingkat sosialnya. Fotografi seringkali membawa
sang fotografer jauh menjelajahi disiplin ilmu lainnya yang berhubungan dengan
fotografi maupun yang tidak.
v Kiddy
Kiddy
merupakan salah satu dari sekian banyak karya fotografi yang umumnya dapat
menghasilkan bidikan objek yang hasilnya berupa anak-anak kecil. Foto ini
biasanya muncul ketika ada momen-momen ulang tahun anak, kartini anak, lomba
anak-anak, dan masih banyak lagi.
v Family
Portrait
Family portrait
adalah hasil karya fotografi yang membidik objek yaitu keluarga. Biasanya foto
tersebut dipesan untuk acara-acara tertentu, misalnya setelah acara wisuda,
pada acara pernikahan, dan masih banyak acara yang lainnya. Pada umumnya family
portrait tersebut jarang sekali dipesan, karena pada saat ini masih sedikit
orang untuk menginginkannya.
v Pas
Foto
Pas
foto merupakan salah satu karya foto, namun dalam pembuatannya banyak
menggunakan aturan-aturan resmi. Aturan-aturan tersebut yaitu kesesuaian
komposisi yang digunakan, ekspresi wajah, hingga background yang digunakan.
Yang telah diuraikan di atas merupakan sedikit dari
sekian banyak jenis-jenis karya fotografi. Semua itu tidak perlu untuk
dihafalkan melainkan untuk dimengerti.
5. Mengedit
Foto
Alat dan bahan yang
digunakan :
a. Adapun
alat yang digunakan untuk mengedit foto adalah
Komputer, dengan
spesifikasi :
1) Processor
Intel Core 2 Duo
2) Hard
Disk 120 GB
3) Memory
(RAM) 3.00 GB
4) Operating
System ; Microsoft Windows XP
b. Bahan
yang digunakan untuk membantu proses pengeditan tersebut ialah :
1) Software
Adobe Fotoshop
2) Software
Presto! pageManager 7.15
3) Software
ColorEffect Pro (plug in tambahan untuk Photoshop)
Sebelum memulai
untuk mengedit sebuah foto alangkah baiknya jika mengenal software yang akan digunakan terlebih dahulu. Dan pada saat ini penulis
akan mengenalkan software Photoshop.
a. Tampilan
pertama pada Photoshop
Tampilan
pertama pada Photoshop dapat dilihat seperti pada gambar di bawah ini.
b. Tools
pada Photoshop
Berikut ini akan
dijelaskan nama tools, fungsi, serta sortcut pada tombol keyboard.
|
NO
|
Tool
|
Nama
& Sortcut
|
Keteranagn
|
|
A. Selection Tools
|
|
1
|
|
Move Tool
( V )
|
|
|
2
|
|
Rectangular Marquee Tool
( M )
|
Digunakn untuk membuat area selection
berbentuk segi empat pada image. Dapat juga digunakan untuk menyeleksi objek
yang berbentuk kotak. Klik kanan diatas alat ini maka akan muncul alat lain
dari kelompok marquee tool seperti Eliptical Marquee Tool, Single Row Marquee
tool dan Single Column Marquee Tool.
|
|
3
|
|
Elliptical Marquee Tool
( M )
|
Digunakn untuk membuat area selection
berbentuk elips atau lingkaran pada image. Digunakan juga untuk menyeleksi
objek yang berbentuk lingkaran seperti menyeleksi lingkaran mata, ban mobil dan objek
lain. Alat ini masih satu kelompok dengan Rectangular Marquee Tool.
|
|
4
|
|
Single Row Marquee Tool
|
Untuk membuat area selection satu
baris pada image ( ukuran tinggi selection adalah 1 pixel ).
|
|
5
|
|
Single Column Marquee Tool
|
Untuk
membuat area selection satu baris pada image ( ukuran lebar selection adalah 1 pixel ).
|
|
6
|
|
Lasso Tool
( L )
|
Digunakan untuk menyeleksi objek
dengan bentuk bebas, alat ini akan membentuk seleksi sesuai dengan gerakan
mouse, penggunaan alat ini sangat bergantung dengan gerakan mouse sehingga
cukup sulit mengendalikan dan mencapai hasil yang maksimal.
|
|
7
|
|
Polygon Lasso Tool
( L )
|
Digunakan
untuk menyeleksi objek dengan bentuk bebas bersudut, alat ini membentuk
seleksi melalui titik-titik point yang dibuat dengan menggunakan klik kiri
mouse. Alat ini juga dapat digunakan untuk memotong dan mengubah
background foto.
Lebih mudahnya alat ini digunakan untuk membuat area selection dengan cara
menempelkan tepi selection pada area tertentu pada image.
|
|
8
|
|
Magnetic Lasso Tool
( L )
|
Untuk menyeleksi objek dengan bentuk
bebas, cara kerja alat ini adalah menempel pada tepi objek yang akan dipotong
ketika mouse bergerak mengelilingi tepian objek, selama proses seleksi alat
ini membentuk titik-titik penghubung seleksi.
|
|
9
|
|
Magic Wand Tool
( W )
|
Digunakan untuk menyeleksi satu
jenis warna (warna solid) pada foto. Alat ini dapat menyeleksi dengan
pengaturan nilai tolerance atau nilai cakupan warna, semakin besar nilai
tersebut maka semakin luas cakupan warna yang di seleksi. Perbedaan toleransi
dapat diatur pada tool opsion bar.
|
|
Crop
& Slice Tool
|
|
10
|
|
Crop Tool
( C )
|
Digunakan untuk memotong gambar, foto
ataupun canvas (kertas kerja). Pemotongan dengan alat ini dilakukan secara
permanen mengubah bentuk dimensi lebar dan tinggi foto. Pemotongan dilakukan
dengan menentukan area potong berbentuk kotak dari sebuah foto.
|
|
11
|
|
Slice Tool
( K )
|
Untuk kebutuhan website dengan cara
memotong hasil desain yang telah dibuat di Fotoshop menjadi potongan yang
lebih kecil.
|
|
12
|
|
Slice Select Tool
( K )
|
Digunakan untuk memilih potongan pada
sebuah desain yang telah dipotong sebelumnya dengan menggunakan slice tool.
|
|
Retouching
Tool
|
|
13
|
|
Patch Tool
( J )
|
Digunakan untuk memperbaiki foto
dengan cara memanfaatkan pola yang terdapat pada foto tersebut. Perbaikan
dilakukan dengan menyeleksi kerusakan area kemudian menarik seleksi tersebut
diatas pola target untuk menutupi area kerusakan.
|
|
14
|
|
Spot Healing Brush Tool
( J )
|
Digunakan
untuk menghapus noda pada sebuah foto ataupun gambar, alat ini juga biasanya
digunakan untuk menghilangkan noda di wajah ataupun menghilangkan
jerawat diwajah.
|
|
15
|
|
Healing Brush Tool
( J )
|
Digunakan untuk mengecat/melukis image
dengan pola atau sample tertentu. Cocok untuk memperbaiki image yang agak
rusak.
|
|
16
|
|
Red Eye Tool
( J )
|
Digunakan untuk menghilangkan efek
mata merah yang timbul pada foto akibat pengambilan foto dalam kondisi gelap
menyebabkan flash kamera memantulkan warna merah pembuluh darah dibalik mata.
|
|
17
|
|
Clone Stamp Tool
( S )
|
Digunakan
untuk mengambil sample dari sebuah area gambar kemudian mengkloning / menerapkan sample tersebut untuk
dilukiskan diatas area foto lain berdasarkan sample foto yang diambil.
|
|
18
|
|
Pattern Stamp Tool
( S )
|
Digunakan untuk melukis image dengan
menggunakan pola tertentu sesuai dengan pola yang dipilih pada option bar.
|
|
19
|
|
Erase Tool
( E )
|
Untuk menghapus foto atau gambar dalam
sebuah layer raster.
|
|
20
|
|
Background Erase Tool
( E )
|
Untuk menghapus foto atau gambar
sehingga menghasilkan layer transparant pada bagian foto atau pada area yang
dihapus.
|
|
21
|
|
Magic Erase Tool
( E )
|
Untuk
menghapus area tertentu dari sebuah foto atau gambar yang memiliki warna yang
serupa (satu warna solid) menjadi transparan dengan satu kali klik pada area
warna tersebut. Bisa dimanfaatkan untuk menghapus
background satu warna.
|
|
22
|
|
Sharpen Tool
( R )
|
Digunakan untuk menajamkan area
tertentu dari sebuah foto atau gambar.
|
|
23
|
|
Blur Tool
( R )
|
Digunakan
untuk menghaluskan/mengaburkan
area tertentu dari sebuah foto atau gambar.
Dengan mengaburkan gambar akan memberikan kesan halus, blur juga dapat
menyamarkan pixels gambar.
|
|
24
|
|
Smudge Tool
( R )
|
Digunakan untuk menggosok/mencoreng
area tertentu dari sebuah foto atau gambar seolah-olah di pengaruhi oleh
sapuan jari telunjuk diatas sebuah lukisan.
|
|
25
|
|
Burn Tool
( O )
|
Digunakan untuk menggelapkan warna di
area tertentu pada gambar atau foto dengan memberikan shadow / bayangan pada
area tertentu hingga tampak lebih gelap.
|
|
26
|
|
Sponge Tool
( O )
|
Digunakan untuk mengubah saturation di
area tertentu pada area gambar atau foto.
|
|
27
|
|
Dodge Tool
( O )
|
Digunakan untuk menerangkan warna di
area tertentu pada gambar atau foto dengan memberikan highlights pada area
tertentu hingga area tersebut tampak lebih cerah / terang.
|
|
Drawing
and Type Tools
|
|
28
|
|
Pen Tool
( P )
|
Untuk menggambar path sudut ataupun
lengkung. Alat ini biasa juga digunakan untuk menyeleksi objek. Selain alat
ini ada kumpulan alat lain untuk menambah titik point, mengurangi dan
memodifikasi path yang telah dibuat.
|
|
29
|
|
Freeform pen Tool
( P )
|
Digunakan untuk membuat path berbentuk
bebas sesuka hati Photoshop.
|
|
30
|
|
Add Anchor Point Tool
|
Digunakn untuk menambah anchor point,
yaitu titik editor pada path.
|
|
31
|
|
Delete Anchor Point Tool
|
Digunakn untuk menghapus anchor point
tertentu pada path.
|
|
32
|
|
Convert Point Tool
|
Digunakn untuk mengubah anchor point
dan direction point pada path.
|
|
33
|
|
Horizontal Type Tool
( T )
|
Untuk membuat teks secara Horizontal.
|
|
34
|
|
Vertical Type Tool
( T )
|
Untuk membuat teks secara Vertical.
|
|
35
|
|
Horizontal Type Mask Tool
( T )
|
Tool untuk membuat teks secara
Horizontal dan type mask untuk membut teks dalam bentuk selection.
|
|
36
|
|
Vertical Type Tool
( T )
|
Tool untuk membuat teks secara
Vertical dan type mask untuk membut teks dalam bentuk selection.
|
|
37
|
|
Path Selection Tool
( A )
|
Untuk menyeleksi path yang telah
dibuat dengan menggunakan pen tool.
|
|
38
|
|
Rectangle Tool
( U )
|
Digunakan untuk menggambar bentuk segi
empat.
|
|
39
|
|
Rounded Rectangle Tool
( U )
|
Digunakan untuk menggambar bentuk segi
empat melengkung.
|
|
40
|
|
Ellipse Tool
( U )
|
Digunakan untuk menggambar bentuk
lingkaran.
|
|
42
|
|
Polygon Tool
( U )
|
Digunakan untuk menggambar bentuk
polygon.
|
|
42
|
|
Line Tool
( U )
|
Digunakan untuk menggambar garis.
|
|
43
|
|
Custom Shape Tool
( U )
|
Digunakan untuk menggambar bentuk
tertentu dari daftar bentuk yang ada.
|
|
Annotation,
Measuring & Navigation Tool
|
|
44
|
|
Eyedropper Tool
( I )
|
Untuk mengambil sample warna dari
sebuah gambar ataupun foto, sample warna diambil dengan cara mengklik warna
target yang kemudian secara otomatis akan mengubah warna depan (foreground
color) pada toolbox.
|
|
45
|
|
Notes Tool
( N )
|
Untuk memberikan catatan pada hasil
desain yang telah di buat. Catatan ini berguna sebagai pengingat dalam proses
pembuatan desain ataupun dapat berguna sebagai media untuk penyampaian sebuah
pesan ketika bekerja secara team.
|
|
46
|
|
Hand Tool
( H )
|
Untuk menggeser/memindah bidang
pandang foto atau gambar di dalam window view area atau dalam kondisi gambar
sedang di perbesar (zoom in). Cukup tekan dan tahan tombol spasi untuk meminjam
alat ini.
|
|
47
|
|
Zoom Tool
( Z )
|
Untuk memperbesar ataupun memperkecil
tampilan foto atau gambar. Pengaturan zoom in atau zoom out dapat dilakukan
melalui option bar.
|
|
48
|
|
Audio Annotation Tool
( N )
|
Digunakan untuk membuat suara/audio
pada image.
|
|
Painting
Tool
|
|
49
|
|
Brush Tool
( B )
|
Digunakan untuk melukis foto atau
gambar dengan goresan kuas berdasarkan warna depan (foreground color) yang
telah dipilih.
|
|
50
|
|
Pencil Tool
( B )
|
Digunakan untuk melukis dengan efek
goresan pensil.
|
|
51
|
|
History Brush Tool
( Y )
|
Digunakan untuk melukis image
menggunakan snapshot atau state history dari Image.
|
|
52
|
|
Art History Brush Tool
( Y )
|
Digunakan untuk melukis image
menggunakan snapshot atau state history dari image, dengan model artistik
tertentu.
|
|
53
|
|
Paint Bucket Tool
( G )
|
Digunakan untuk mengecat atau mewarnai
area tertentu atau layer tertentu berdasarkan warna depan (foreground color)
yang telah dipilih.
|
|
54
|
|
Gradient Tool
( G )
|
Digunakan untuk mengecat area yang
dipilih (selected area) dengan perpaduan dua warna atau lebih. Gradient ini
juga memiliki beberapa pengaturan dan tipe untuk menghasilkan efek perpaduan
warna yang sesuai dengan keinginan.
|
Setelah mengenal beberapa tools dan kegunaannya maka akan mengerti
untuk menggunakan software tersebut.
Selain itu ada jalan lebih mudah lagi untuk menggunakan tools tersebut dengan menggunakan shortcut-shortcut tools tersebut.
Selanjutnya penulis akan mejelaskan segelumit
tentang mengedit foto. Hal tersebut merupakan sedikit dari dasar-dasar
menggunakan software Photoshop yang
dapat dikreasikan lebih banyak lagi. Misalnya, mengganti warna, memberi bentuk,
memberi effect dan memindahkan dari foto satu ke foto yang lainnya. Berikut
akan dijelaskan.
a. Pas
Foto
Berikut
ini akan dijelaskan tentang berbagai cara untuk mengedit pas foto, mengenai
mengedit background, mengganti warna
pakaian, menghilangkan noda diwajah, dan lain sebagainya. Pertama membuka
jendela projek software untuk
mengedit foto. Pada kali ini penulis menggunakan software Photoshop. Setelah
membukanya, langkah selanjutnya me-import
foto :
1) Pilih
menu File > Open
2) Muncul
kotak dialog berikut ini. Pilih file yang akan digunakan. Lalu klik Open.
3) Seletah
memilih file yang akan digunakan, maka pada tampilan Photoshop akan muncul
seperti berikut ini.
Tampak pada gambar
tersebut terlihat bahwa foto tampak belum sempurna dan belum rapi. Maka,
sebelum mencetak, maka perlu mengedit dari ukuran, warna, dan kesesuaian objek.
4) Langkah
untuk mengedit ukuran foto dapat dilakukan dengan memotong atau sering disebut dengan mengcroping bagian foto tersebut. Dengan Photoshop, dapat menggunakan crop tool atau dengan memencet tombol C.
Di dalam Photoshop ini ukuran crop dapat disesuaikan. Dengan mengisi pada
bagian menu bar yang muncul atau dapat juga memilih pilihan yang ada pada kotak
pilihan tersebut.
Untuk menjalankan crop dapat mendrak (menarik mose),
setelah dirasa cukup pas maka tekanlah Enter.
Namun jika dirasa masih kurang, dapat mengulangnya dengan menekan tombol Esc atau dapat juga memutar sumbu crop tersebut.
5) Dari
gambar diatas dapat di lihat bahwa warna dari background foto masih belum rata. Maka langkah selanjutnya adalah
meratakan warna background. Dalam Photoshop untuk mengubah warna tidak
hanya menggunakn satu cara melainkan banyak cara. Dengan cara Magic Wand tool, dengan menggunakan Filter > Extract, dengan Brush Tool, dan masih ada yang lainnya.
Namun pada kali ini penulis akan memperlihatkan menggunakan cara Magic Wand Tool. Tekanlah tombol W atau pilihlah Magic Wand Tool. Lalu pilih pada bagian background foto tersebut.
6) Setelah
itu langkah yang dikerjakan merubah warna background tersebut, dengan
menggunakan Paint Bucket Tool atau
dapat menekan tombol G. Namun sebelum itu pilihlah warna pada Set Backgroun Color. Untuk standar
Indonesia warna merah digunakan untuk digunakan seorang yang lahir pada
tahun ganjil, untuk warna biru digunakan
seorang yang lahir di tahun genap. Selain kedua warna tersebut masih banyak
lagi ketentuan warna untuk kepentingan yang lain.
7) Langkah
tersebut merupakan langkah untuk merubah warna background, namun didalam pasar,
masyarakat terkadang menginginkan foto hitam putih. Maka untuk membuat menjadi
hitam putih dapat menggunakan salah satu fungsi dari Layer > New Adjusment Layer > Blak&White (untuk Adobe Photoshop CS3 keatas yang telah
dilengkapi fitur lebih lengkap).
Setelah pilih menu
tersebut maka akan muncul kotak dialog sebagai berikut.
Setelah mengaturnya, hasilnya
akan menjadi seperti berikut.
b. Pre-Wedding
Mengedit foto pre-wedding merupakan susah-gampang bagi
seseorang. Karena dalam pengerjakannya editor dituntut untuk memiliki
kreatifitas, inspirasi luas, dan keuletan. Namun editor juga mudah melakukannya
karena dalam foto pre-wedding para calon pengatin telah menentukan konsep yang
akan digarap oleh editor. Jadi jangan ketakutan atau sudah tidak semangat lagi
untuk melakukannya.
c. Wedding
Book
Wedding
book
adalah mengedit foto dari proses pernikahan, yang nantinya hasil dari editan
tersebut disatukan dalam satu buku album. Biasanya masyarakat menyebutnya dengan buku album manten. Dalam
pengeditannya sangatlah mudah, hanya saja dalam proses editing tidak asal menempatkan foto satu dengan foto yang
lainnya. Melainkan harus memperhatikan urutan acara prosesi tersebut, mulai
dari proses rias pengantin sampai penutupan acara pernikahan. Setelah editan
selesai foto tidak hanya asal ditempel dibuku album, namun ada tata cara
tersendiri. Yang pertama foto dari pihak keluarga, foto dari proses pernikan
tersebut, suasana ditempat prosesi, hingga hiburan yang terjadi.
d. Re-Pro
Re-pro
adalah mengedit dari foto lama menjadi foto baru lagi. Hal tersebut biasa
dipesan oleh komsumen dengan tujuan sebagai kenang-kenangan dari orang-orang
yang terdahulu agar anak cucu yang selanjutnya masih tahu tenteng orang yang dahulu.
Berikut akan dijelaskan bagaimana langkah untuk melakukannya.
1) Pertama
import sebuah foto lama yang telah discan datanya. Sama seperti langkah yang
sebelumnya.
2) Langkah
kedua mengambil data foto
Klik open, maka pada jendela Photoshop akan muncul gambar seperti
dibawah ini.
Nampak terlihat bahwa
dari foto tersebut banyak bagian-bagian yang sudah usang dan warnanya tidak
bagus lagi.
3) Langkah
selanjutnya membenahi bagian-bagian yang usang tersebut menjadi lebih bagus
lagi. Jika objek diperbesar, maka tampak lebih jelas bagaimana kerusakan objek tersebut.
Untuk membenahinya
dapat menyamakan warna dengan objek yang masih bagus. Dengan kata lain Photoshop
akan menjiplak dari objek lain, atau bisa juga meng- copy-paste nya.
4) Menggunakan
Patch Tool atau tekan tombol J pada keyboard untuk melakukannya. Lalu
seleksi pada bagian yang sudah uasang tersebut, dalam hal ini seleksi tidak
dapat dilakukan secara luas, namun hanya sedikit-sedikit. Hal tersebut
dikarenakan bagian yang usang tersebut belum tentu bentuk dan warna objeknya
sama dengan yang masih bagus.
5) Setelah
menseleksi seperti contoh diatas, langkah selanjutnya menarik atau sering
disebut dengan mendrak ke bagian objek yang di anggap hampir sama dengan warna
atau bentuk dari objek tersebut.
6) Berikutnya
lakukan hal yang sama pada bagian yang usang-usang lainnya hingga menjadi lebih
bagus dari yang awal.
7) Dari
hasil tersebut dapat di lihat bahwa warna dari foto tersebut belum sepenuhnya
sempurna. Maka perlu bermain-main dalam pewarnaannya. Dapat mengatur Brightness/Contrast-nya di menu Layer > New Adjustment Layer >
Brightness/Contrast.
Muncul kotak dialog
seperti dibawah ini. Anda dapat mengatur kecerahan atau gelapnya objek.
8) Hasil
yang di peroleh akan jauh lebih bagus dari foto yang sebelumnya.
Diatas merupakan beberapa dari macam-macam mengedit
menggunakan Photoshop. Photoshop sendiri merupakan software untuk mengedit grafis yang mudah digunakan dan sudak
cukup mampu mencakup semuanya. Namun untuk menghasilkan suatu karya yang lebih
dari cukup maka digunakan software-software pendukung lainnya. Misalnya, Photoshop LightRoom, ColorEffect Pro, dan masih banyak software lainnya. Software-software
pendukung tersebut digunakan untuk mempertajam warna, efek, dan nilai seni
lainnya. Setelah menggunakan software
pendukung tersebut maka akan dihasilkan sebuah karya seni yang jauh lebih
berbeda nilai seninya.
6. Pre-pare
Produksi
Dalam menjalankan suatu kegiatan produksi kegiatan
pre-produksi sangatlah penting. Karena hal tersebut sangat berpengaruh dalam
ketepatan, kesigapan, dan kecepatan untuk bekerja. Kegiatan yang dilakukan selama
pre-produksi diantaranya mengambil barang yang akan digunakan selama produksi,
cek kondisi alat apakah dapat digunakan dengan baik, kurang bagaimana, atau
sudah tidak dapat digunakan lagi. Alat yang biasa dicek adalah :
·
Camera
·
Camcorder
·
Bateray
·
Lighting
·
Triport
·
Kabel
·
Kaset atau memory
Setelah melakukan ceking seperti diatas,
langkah selanjutnya menaruh barang yang telah dipersiapkan ketempat tersendiri.
Kegiatan ceking sendiri bertujuan untuk memastikan alat yang akan dibawa, kesiapan
alat tersebut, dan terutama untuk memperlancar kerja.
Kegiatan ceking selain dilakukan sebelum
pre-produksi juga dilakukan setelah proses produksi. Semua itu dilakukan untuk
menjaga agar alat yang digunakan tetap terjaga dan terawat.
B.
Analisis
Pelaksanaan
Analisa hasil pelaksanaan merupakan
evaluasi dari kegiatan yang telah dilakukan siswa selama melaksanakan Praktik
Industri. Sekaligus untuk mengetahui hambatan-hambatan yang di hadapi siswa
selama melaksanakan program kegiatan yang telah di rencanakan sebelumnya ada
beberapa program yang tidak dapat di laksanakan dan beberapa program tambahan.
- Program
yang tidak dapat dilaksanakan dan hambatannya.
|
No
|
Program
Latihan
|
Hambatan
|
|
1
|
Shooting
video
|
Ketidak
aktifan individu
|
- Program
yang dapat dilaksanakan dan hambatannya.
|
No
|
Program
Latihan
|
Hambatan
|
|
1
|
Mengedit foto
|
Kurang
kreatif
|
|
2
|
Memfoto
objek
|
Mengarahkan
objek
|
- Program
tambahan dan hambatannya.
|
No
|
Program
Latihan
|
Hambatan
|
|
1
|
Administrasi
|
-
|
BAB
IV
Penutup
A.
Kesimpulan
Setelah melakukan Praktik Industri (PI) di Anton Foto
& Video dapat disimpulkan bahwa:
1.
Pelaksanaa
Praktik Industri (PI) dapat mendorong siswa untuk bekerja dengan trampil,
cekatan, ulet, dan tepat waktu.
2.
Dengan
diadakannya Prakti Industri (PI) ini siswa dapat berpengalaman dalam melihat
kondisi lapangan kerja yang nyata.
3.
Setelah
dilakukannya Praktik Industri (PI) ini siswa dapat lebih menguasai pengetahuan
yang di sekolah tidak dapat diberikan oleh guru.
B.
Saran
Saran yang dapat disampaikan untuk pihak yang
berkepentingan dalam pelaksanaan Praktik Industri (PI) ini :
1.
Komunikasi
yang baik sangat diperlukan untuk menciptakan etos kerja yang bagus
2.
Kerja
sama yang baik antar sesama sangat diperlukan agar pekerja dapat menghasilkan
pekerjaan yang sempurna dan terjalinnya kekompakan satu dengan yang lainnya
3.
Ketepatan
waktu, ketrampilan, keuletan, dan cekatan dalam bekerja sangat diperlukan
sehingga pada waktu bekerja tidak terburu-buru karena akan menghasilkan
pekerjaan yang kurang sempurna
4.
Penguasaan
dalam teknik-teknik dalam bekerja akan memudahkan dalam melakukan suatu
pekerjaan tersebut.