Kamis, 11 Oktober 2012

LAPORAN PRAKTIK INDUSTRI


LAPORAN PRAKTIK INDUSTRI
DI ANTON PHOTO & VIDEO




Disusun oleh :
Noviana Hani Orischa
NIS 106577
XI Multi Media

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) NEGERI 7 YOGYAKARTA
JL.GOWONGAN KIDUL JT. III/416 YOGYAKARTA
TAHUN 2012




PENGESAHAN


LAPORAN PRAKTIK INDUSTRI TELAH DISETUJUI DAN DISAHKAN
TANGGAL :                                                                         


PEMBIMBING DU/DI


Nurhamidi
PEMBIMBING SEKOLAH


Dra. Purwani Siwi Astuti
NIP 19570419 198703 2 001




MENGETAHUI


KEPALA
SMK N 7 YOGYAKARTA



Dra. Titik Komah Nurastuti
NIP. 19611214 198602 2 001
KETUA
KOMP. KEAHLIAN MULTI MEDIA



Dra. Purwani Siwi Astuti
NIP 19570419 198703 2 001



KATA PENGANTAR


Assalamu’alaikum Wr.Wb
Alhamdulillah, segala puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat, hidayah, serta inayah-Nya kepada penulis. Sehingga pada kesempatan ini penulis dapat menyelesaikan tugas dan menyusun Laporan kegiatan Pratik Industri ( PI ) ini.
Tak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam terselenggaranya seluruh kegiatan Praktik Industri ( PI ) dengan kompetensi keahlian Multi Media.
Selanjutnya atas dorongan dan bantuan serta saran yang diberikan kepada penulis, penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1.               Ibu Dra. Titik Komah Nurastuti, selaku Kepala SMK N 7 Yogyakarta, yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk melaksanakan Praktik Industri ( PI ), sehingga penulis mendapat pengalaman di dunia kerja yang sesungguhnya.
2.               Bapak H. Haryanto, selaku Direktur utama Anton Photo dan Video yang telah berkenan memberikan kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan Praktik Industri ( PI ).
3.               Ibu Dra. Purwani Siwi Astuti, selaku ketua kompetensi keahlian Multi Media dan pembimbing sekolah yang telah memberi petunjuk kepada penulis dalam bidang Praktik Industri ( PI ).
4.               Bapak/Ibu Guru karyawan SMK N 7 Yogyakarta yang telah membantu pelaksanaan Praktik Industri ( PI ).
5.               Seluruh karyawan dan karyawati Anton Photo yang telah membantu penulis melaksanakan Praktik Industri ( PI ) dan juga telah memberikan ilmu-ilmunya kepada penulis.
6.               Orang tua yang telah mendukung terlaksanya Praktik Industri ( PI ) ini.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak, yang bersifat membangun agar penulis dapat menjadi lebih baik lagi.
Harapan penulis, semoga laporan ini bermanfaat bagi yang membacanya.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.






Yogyakarta, Mei 2012
Penulis            



Noviana Hani Orischa















DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i        
HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................ ii       
KATA PENGANTAR .................................................................................... iii      
DAFTAR ISI .................................................................................................. v
BAB    I     PENDAHULUAN 
A.    Latar Belakang Praktik Industri ................................................. 1       
B.     Tujuan Praktik Industri ............................................................. 2       
C.     Manfaat Praktik Industri ........................................................... 3       
D.    Jadwal Praktik Industri ............................................................. 3       
BAB   II     GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
A.  Sejarah Singkat ........................................................................ 4       
B.   Visi dan Misi Perusahaan .......................................................... 5       
C.   Struktur Organisasi ................................................................... 5       
D.  Fasilitas Teknologi Perusahaan ................................................... 6       
E.   Keunggulan Perusahaan ............................................................. 6       
F.    Produk ...................................................................................... 6       
BAB III     URAIAN KEGIATAN
A.  Pelaksanaan .............................................................................. 7
1. Melayani Costumer............................................................... 7
2. Macam-macam Alat Foto .................................................... 12
3. Teknik Dasar Pemotretan ..................................................... 14
4. Macam-macam Hasil Foto.................................................... 15
5. Mengedit Foto...................................................................... 21
B.   Analisa Pelaksanaan ................................................................. 45     
BAB IV     PENUTUP
A.  Kesimpulan ............................................................................... 46     
B.   Saran ........................................................................................ 46
Lampiran 

 
BAB I
PENDAHULUAN

A.         Latar Belakang Praktik Industri
Praktik Indutri (PI) adalah suatu bentuk penyelenggaraan Program Sistem Ganda dari sekolah yang memadukan secara sistematik dan sinkron antara program pendidikan di sekolah dan program perusahaan yang diperoleh melalui kegiatan bekerja langsung di dunia kerja dengan tujuan untuk mencapai suatu tingkat keahlian profesional. Keahlian profesional hanya dapat dibentuk melalui tiga unsur utama yaitu ilmu pengetahuan, teknologi informasi, dan skill. Ilmu pengetahuan dan tehnik dapat dipelajari dan dikuasai kapan dan di mana saja berada, sedangkan skill tidak dapat diajarkan tetapi dapat dikuasai melalui proses mengerjakan langsung pekerjaan pada bidang profesi itu sendiri.
Pendidikan System Ganda dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang profesional dibidangnya. Melalui Pendidikan Sistem Ganda diharapkan dapat menciptakan tenaga kerja yang profesional. Siswa yang melaksanakan Pendidikan Sistem Ganda tersebut diharapkan dapat menerapkan ilmu yang didapat dan sekaligus mempelajari dunia industri.
Tanpa diadakannya Pendidikan Sistem Ganda ini, siswa tidak dapat langsung terjun ke dunia industri karena belum mengetahui dengan benar bagaimana situasi dan kondisi lingkungan kerja. Ada beberapa peraturan tentang Praktik Industri (PI) dan putusan Menteri.
Adapun peraturan Praktik Industri (PI) adalah sebagai berikut :
1.       UU. No. 2 tahun 1989 tentang Pendidikan Nasional yaitu untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.
2.      Peraturan Pemerintah No. 29 tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah yang bertujuan meningkatkan kemampuan peserta didik sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya, alam sekitar, dan meningkatkan pengetahuan peserta didik untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi dan untuk mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) serta kebudayaan.
3.      Peraturan Pemerintah No. 39 tahun 1992 tentang peran serta masyarakat dalam Pendidikan Nasional, serta
4.      Keputusan Menteri No. 0490/1993 tentang Kurikulum SMK yang berisi: “Dalam melaksanakan pendidikan dilaksanakan melalui dua jalur yaitu Pendidikan di dalam sekolah dan Pendidikan di luar sekolah”.
Karena ketentuan-ketentuan tersebutlah Pendidikan Sistem Ganda dilakukan pada Sekolah Menengah Kejuruan. Selain karena ketentuan tersebut ada banyak pula yang menjadi nilai lebih dalam terlaksanaknya Praktik Industri (PI).

B.          Tujuan Praktik Industri
Tujuan dari diadakannya Praktik Industri (PI) ini, yaitu :
1.      Meningkatkan pengetahuan siswa pada aspek-aspek usaha yang profesional dalam lapangan kerja antara lain struktur organisasi, jenjang karir dan teknik.
2.      Untuk mencapai Visi dan Misi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
3.      Menghasilkan tenaga yang memiliki keahlian profesional.
4.      Peserta didik dapat memiliki jiwa yang penuh rasa tanggung jawab yang besar terhadap masa depan bangsa.
5.      Karena tuntutan zaman di mana masyarakat sekarang diharuskan mengenal lebih dalam tentang dunia kerja.

C.          Manfaat Praktik Industri
1.      Bagi Dunia Usaha/Industri/Kerja
a.       Dapat mengenal dan mengamati keahlian siswa/peserta Praktik Industri (PI) ditempat tersebut, sehingga jika dibutuhkan dapat direkrut.
b.      Karena peserta didik telah mengikuti proses produksi secara aktif, dalam pengertian tertentu peserta didik adalah tenaga kerja yang menguntungkan.
c.       Memberi keputusan Dunia Usaha/Industri/Kerja karena diakui turut serta menentukan hari depan bangsa melalui pendidikan ketrampilan yang dilatih pada siswa yang melaksanakan Praktik Industri (PI).
d.      Peserta didik dapat dibentuk sesuai dengan ciri khas tertentu perusahaan.
2.      Bagi Siswa
a.       Hasil belajar siswa akan lebih bermakna, karena setelah selesai sekolah akan benar-benar memiliki kemampuan/keahlian profesional sebagai modal kerja.
b.      Siswa tidak perlu terlalu lama untuk mencari tingkat keahlian siap kerja.
c.       Keahlian profesional dapat mengangkat harga diri dan rasa percaya diri yang dapat mendorong meningkatkan keahlian profesional.

D.          Jadwal Praktik Industri
Adapun  waktu untuk melaksanakan Praktik Industri (PI) adalah mulai dari tanggal 1 Febuari 2012 s/d 30 April 2012.
BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

A.         Sejarah Singkat Perusahaan
Anton Foto & Video yang beralamat di Jl. Yogyakarta-Godean Km 14,7 (Timur Pasar Ngijon) Yogyakarta yang didirikan pada tahun 1999. Pada awal berdiri hingga saat ini Anton Foto & Video dipimpin oleh bapak H. Hariyanto, S.Pd yang akrab dipanggil bapak Anton. Alasan beliau mendirikan Anton Foto & Video untuk mengembangkan hobi dan karya-karyanya yang berinovasi. Dahulu beliau hanya sebagai tukang foto yang bekerja di luar (sebelum beliau memiliki studio pribadi). Di samping itu beliau juga mengajar sebagai guru PKn di sekolah impress. Setelah beliau menikah, selang dua tahun beliau mendirikan studio foto pribadi.
Pada awal berdirinya, tempat tersebut bukan bernamakan Anton Foto & Video melainkan Foto Anton, yang dahulu terletak di dua rumah ke arah timur dari toko yang saat ini berdiri. Pada waktu itu gempar-gemparnya foto klise, dengan keahlian dapat melayani jasa foto dan mencetak foto klise secara pribadi. Dengan peralatan yang tidak selengkap sekarang ini, yang hanya dibantu dengan komputer tahun 2004-an dan software camedia yaitu software bawaan dari printer, yang hanya dapat memotong dan membuat ukuran saja. Namun hal tersebut tidak menurunkan semangat beliau dan tetap dilakukannya hingga muncul generasi foto digital.
Berangsur lama foto klise mulai berkurang dan beralih ke foto digital. Untuk mencetak foto beliau memilih untuk mencetak foto tidak secara pribadi melainkan untuk bekerjasama dengan agen-agen percetakan foto.  Pada dua bulan sebelum gempa di Bantul tanggal 27 Mei 2006 kira-kira bulan Maret, Bapak Anton mendirikan toko baru bernama Anton Foto & Video yang sekarang ini untuk tempat produksi. Tetapi peralatan juga masih sederhana karena untuk penguasaan komputer masih belum bisa. Akhirnya adik dari Bapak Anton yaitu Bapak Nurhamidi memperkenalkan sebuah software baru yakni Adobe Photoshop. Selang beberapa bulan karyawan dari Anton Foto yaitu Mas Latif memperkenalkan sebuah cara dari Adobe Photoshop yakni action yang memiliki keuntungan lebih untuk mempermudah pekerjaan-pekerjaan mengedit foto. Dirasa foto digital merambah jaya munculah ide untuk menambah produksi berupa edit video, walau untuk saat ini tidak dilakukan pribadi. Hingga sampai saat ini tempat tersebut dikenal dengan Anton Foto & Video.

B.           Visi & Misi Perusahaan
1.      Visi Anton Foto & Video
Mengembangkan teknologi fotography dan shoting
2.      Misi Anton Foto & Video
a.       Membuka lapangan kerja usaha dibidang fotography dan shoting
b.      Penyediaan jasa studio dan panggilan video shoting
c.       Pelayanan konsumen yang berkualitas dan memuaskan

C.          Struktur organisasi                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               

D.          Fasilitas Teknologi Perusahaan
Dalam mengerjakan segala sesuatunya Anton Foto & Video menggunakan beberapa fasilitas teknologi sebagai penunjang keberhasilan dan keunggulan produk, yaitu :
1.      Perlengkapan fotografi dan lighting.
2.      Perlengkapan foto studio dan lighting.
3.      Perlengkapan shoting (untuk liputan).
4.      2 buah scenner
5.      6 buah PC dengan uraian sebagai berikut :
a.       2 buah PC untuk melayani customer.
b.      3 buah PC untuk editing foto.
c.       1 buah PC untuk editing video.
6.      4 buah mesin pencetak (Printer)
a.       2 mesin Printer untuk mencetak foto
b.      2 mesin Printer untuk mencetak label DVD/CD
7.      Sebuah alat Laminasi
8.      Sebuah alat untuk mengcopy CD (Power Digital)

E.           Keunggulan Perusahaan
Keunggulan dari Anton Foto & Video ini yaitu foto manten.
F.            Produk
Anton Foto & Video bergerak dibidang jasa Foto dan Video, yaitu melayani foto dan video panggilan untuk acara pernikahan, wisuda prewedding, lelayu, seminar, ulang tahun, purna warsa sekolah, pengajian, foto keluarga, pas foto, dan lain sebagainya.


BAB III
URAIAN KEGIATAN

A.          Pelaksanaan
1.      Melayani Customer
Alat dan Bahan
a.       Adapun Alat yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan tersebut, antara lain :
1)      Komputer untuk customer service
Spesifikasi ;
Ø  Processor Pentium 4
Ø  Hard Disk Seagata (sata)
Ø  Memory (RAM) DDR3 (4 GB)
Ø  Operating System ; Microsoft Windows XP3
2)      Komputer untuk editing foto
Spesifikasi ;
Ø  Processor Intel Core 2 Duo
Ø  Hard Disk 120 GB
Ø  Memory (RAM) 3.00 GB
Ø  Operating System ; Microsoft Windows XP
3)      FlashDisk Kingston 4 GB
4)      Scanner CanonScan 8800F
5)      Printer EPSON Stylus Foto TX210 Series
6)      Printer EPSON C90
b.      Bahan yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan :
1)      Software Adobe Fotoshop
2)      Software Presto! pageManager 7.15
3)      Kertas foto (Foto Paper)
4)      Kertas label CD
Melayani customer yang baik merupakan salah satu penunjang keberhasilan setiap perusahaan.
Maka dari itu langkah yang harus diketahui dalam melayani customer yaitu mengetahui alur dari pelaksanaan melayani customer itu sendiri. Berikut ini adalah beberapa penjelasan dari alur-alur dalam melayani customer yang berada di studio Anton Photo & Video:

a.       Menerima Order
Dalam melayani customer pertama-tama harus mengetahui tata cara melayaninya. Ada berbagai hal yang harus dilakukan untuk memikat para customer agar menarik untuk menjadi pelanggan tetap, yaitu dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
·      Memberikan senyuman, salam dan sapaan yang ramah kepada customer.
·      Bertanya kepada customer, bahwa mereka membutuhkan apa. Misalkan, ingin bertemu dengan pimpinan, ingin mencetak foto, ingin pas foto atau berfoto, ingin bertanya tentang harga paket pernikahan, wedding, atau yang lainnya.
·      Langkah selanjutnya memberikan penjelasan terhadap customer tersebut. Jika keadaan ramai, meminta kepada customer untuk menunggu antrian.
Jika customer menginginkan untuk mencetak foto, langkah selanjutnya adalah mengolah data pesanan di komputer customer service, mulai dari mencocokkan data yang diinginkan oleh customer, ukuran yang diminta, berapa banyaknya, hingga tanggal diterimanya. Setelah itu pengiriman dari komputer customer service ke komputer editing foto dengan menggunakan FlasDisk.
Apabila customer menginginkan untuk foto, maka langkah yang dilakukan setelah menerima order yaitu menyampaikan pesan kepada pihak yang bertanggung jawab untuk foto. Setelah customer di foto, hasil dari foto tersebut diedit yang dilakukan di komputer editing.

b.      Administrasi
Administrasi dilakukan setelah terjadinya kesepakatan antara customer dengan harga yang harus dibayarkan. Hal tersebut dilakukan karena untuk mengurangi terjadinya kerugian dan penipuan yang kerap terjadi di dunia usaha.  

c.       Foto dan Editing
Setelah melalui proses pertama dan kedua sekarang melalui proses foto dan editing. Proses memfoto dilakukan dengan menggunakan alat-alat foto studio yaitu berupa kamera Nikon D90, kamera SLR, serta aksesoris tambahan berupa 2 buah lampu Pro dan soft box, serta background color. Di Anton Photo & Video sendiri memberikan pilihan untuk foto menggunakan digital atau klise. Dalam bentuk digital itu sendiri objek akan difoto menggunakan kamera Nikon D90 dan hasil foto akan disimpan ke dalam media digital berupa CD (dari pihak Anton sudah menyediakan). Dan untuk pilihan klise, objek akan di foto menggunakan kamera SLR yang hasilnya akan disimpan dalam klise. Klise itu sendiri terbagi menjadi dua, yaitu klise hitam putih dan klise warna. Klise hitam putih dengan ciri-ciri klise berwarna keunguan dan klise warna yang memiliki ciri warna coklat kemerahan. Namun di Anton Photo & Video klise hitam putih ini sudah tidak diproduksi lagi.

 

Proses pengeditan foto dan pesanan customer diedit di komputer editing. Hal tersebut dilakukan tidak terlalu lama hanya sekitar 15-20 menit saja. Dalam proses pengeditan ada sedikit aturan yang harus dipakai mulai dari pewarnaan, ukuran, serta posisi mencetaknya. Dan yang harus diperhatikan dalam pengeditan tidak boleh meninggalkan suatu ciri atau keistimewaan dalam objek tersebut. Misalkan tahi lalat dan kerut wajah.

d.      Finishing
Setelah melalui proses pegeditan, hasil dari foto tersebut dicetak dengan menggunakan printer. Menggunakan ketentuan-ketentuan ukuran sebagai berikut :

·          10 R
·         8R
·         7R
·         5R
·         4R
·         3R
·         2R
·         4x6
·         3x4
·         2x3

Setelah ditentukan ukurannya foto dapat dicetak dengan menggunakan alat berupa Printer EPSON Stylus Foto TX210 Series atau Printer EPSON C90 dan bahan berupa kertas foto. Printer EPSON Stylus Foto TX210 Series dan Printer EPSON C90 dipilih karena hasil cetak yang bagus dengan kecepatan yang medium. Keinginan konsumen yang cepat saji dan kualitas bagus yang mendasari menggunakan printer jenis tersebut.


Di Anton Photo & Video menggunakan beberapa jenis kertas foto, diantaranya  menggunakan  kerta jenis Glossy Photo Paper / Glanz Paper dan Pemium Glossy Photo Paper.
Glossy Photo Paper / Glanz Paper, bahan tersebut memiliki permukaan yang halus dan memantulkan lebih banyak cahaya yang membuatnya terlihat mengkilap. Tapi jenis kertas foto ini cenderung mudah lengket, rawan gores dan berbekas sidik jari. Kertas ini merupakan jenis standar cetak foto. Dengan jenis kertas yang mengkilap dan putih mampu menghasilkan cetakan yang cemerlang. Dapat digunakan untuk foto resolusi tinggi dan harga kertas yang relatif murah (standar cetak foto).
Pemium Glossy Photo Paper, kertas jenis ini biasa disebut oleh para penggunanya dengan sebutan high glossy, kertas jenis ini mampu menghasilkan cetakan dengan efek yang lebih mengkilap. Kertas jenis ini sangat cocok untuk mencetak photo dengan resolusi tinggi. Walaupun harga kertas ini lebih mahal tetapi jika digunakan, akan menghasilkan cetakan photo yang maksimal dan lebih cerah.
Kemudian dari hasil tersebut dapat dipotong sesuai dengan garis luar foto, dengan cara menambahkan kira-kira setengah (0.5 cm) keluar dari garis luar foto.
Untuk sekedar tambahan saja, bahwa di studio Anton Photo & Video ini juga melayani pentransferan data dan penyimpanan data. Untuk penyimpanan data foto, pihak Anton Photo memberikan fasilitas berupa penyimpanan data menggunakan CD untuk foto pertama. Namun jika ada pelanggan yang menghendaki untuk mentransfer data ke media pribadi (dengan flashdisk atau MMC), juga akan dilayani. Selain dalam bentuk digital seperti diatas Anton Photo & Video juga memberikan pilihan untuk mentransfer dari bentuk klise ke dalam bentuk digital.
2.      Macam - macam Alat Foto
Adapun alat yang digunakan dalam kegiatan tersebut ialah ;

a.       Kamera Nikon D90
b.       Kamera Nikon D300
c.        Kamera Nikon D700
d.       Kamera Nikon D3000
e.        Kamera Nikon D7000
f.        Lampu flash kamera
g.       Lampu pro
h.      Soft box

Alat - alat tersebut merupakan alat yang digunakan oleh Anton Photo & Video. Kamera dengan merek Nikon dipilih oleh Anton Photo & Video karena dianggap hasil yang tercipta bagus, mudah digunakan,  harga murah dijangkau.
Foto studio Anton Photo & Video menggunakan kamera Nikon D90. Sedangkan aksesoris yang digunakan adalah lampu pro dan soft box. Tujuan menggunakan lampu pro dan soft box tersebut ialah untuk menerangi objek, menciptakan gambar yang artistic, menghilangkan bayangan yang mengganggu atau tidak diperlukan, menciptakan efek khusus sehingga cahaya yang dihasilkan lebih terarah.
Sedangkan untuk foto out door dapat menggunakan kamera Nikon D300, Nikon D700, Nikon D3000, Nikon D7000, tambahan lampu flash kamera, dan tambahan aki yang berfungsi sebagai catu daya lampu flah tambahan tersebut. Bahkan jika dalam keadaan yang tidak memungkinkan cahaya dapat pula ditambah dengan lampu dan soft box. Lampu flas tambahan bertujuan untuk menerangi obek, menciptakan gambar artistic, membuat efek khusus, dan dapat pula untuk membuat suasana waktu.
Pemilihan kamera-kamera telah ditentukan berdasarkan kualitas yang disediakan oleh kamera tersebut. Selain alat tersebut adapula tambahan lensa. Lensa tambahan digunakan untuk memperbagus objek yang akan dihasilkan, semakin bagus jenis lensa akan semakin bagus pula hasil objek yang dihasilkan. Namun hal itu tidak luput dari cara penggunaan alat dan teknik pengambilan bojek yang digunakan.

3.      Teknik Dasar Pemotretan
Saatnya untuk mengetahui bagaimana cara memotret untuk menghasilkan sebuah karya foto yang jitu. Seorang fotografer pada awalnya harus menguasai kamera dan bagaimana cara kamera tersebut.
a.       Focusing
Focusing adalah teknik paling dasar tetapi begitu penting, karena untuk mendapatkan gambar yang tajam dan jelas kita harus melakukan focusing secara tepat. Pemilihan bidang atau titik tertentu dalam suatu obyek foto akan menentukan kesan kedalaman pada sebuah foto. Obyek yang akan kita hadapi dalam pemotretan tidak hanya sekedar benda diam saja, tetapi kita juga akan dihadapkan pada benda bergerak, hal ini akan berpengaruh pada tingkat kesulitan dalam focusing. Untuk tahap pembelajaran, lakukanlah focusing pada benda diam dahulu hingga kita memahami tehnik focusing dengan tepat.

b.      Pengaturan Speed
Proses pembakaran negatif di dalam kamera untuk mendapatkan hasil tertentu dipengaruhi oleh cara kerja dan kecepatan rana kamera. Kita bisa menentukan kecepatan rana saat pembakaran dengan pengaturan speed. Semakin tinggi speed (high speed) yang kita pakai maka akan semakin cepat pula rana bekerja dan sebaliknya, semakin rendah speed (low speed) yang kita pakai maka akan semakin lambat pula rana bekerja. Dalam dunia fotografi terdapat istilah pencahayaan normal (normal eksposure), pencahayaan rendah (under eksposure) dan pencahayaan tinggi (over eksposure). Pencahayaan normal adalah dimana kita menentukan speed dan diafragma yang tepat untuk mendapatkan gambar seperti pada keadaan obyek foto yang sebenarnya. Over eksposure (pencahayaan tinggi) adalah kompensasi pada pengaturan speed untuk mendapatkan intensitas pencahayaan yang lebih banyak daripada pencahayaan normal dan gambar yang dihasilkan pun lebih terang daripada kondisi aslinya. Under eksposure (pencahayaan rendah) adalah kompensasi pencahayaan pada pengaturan speed untuk mengurangi intensitas cahaya dibawah pencahayaan normal. Under eksposure sering digunakan ketika kondisi cahaya dalam pemotretan terlalu keras sehingga pengkompensasian akan diperlukan untuk mendapatkan gambar yang lebih maksimal.

c.       Pengaturan Diafragma
Sebuah foto yang menarik adalah dimana foto tersebut terdapat dimensi ruang atau kesan kedalaman. Fasilitas diafragma pada lensa kamera berperan penting dalam mengatur pemisahan antara bidang background dan obyek utama. Diafragma juga menetukan seberapa luas ruang tajam pada foto. Semakin kecil bukaan diafragma semakin luas ruang tajam yang bisa kita dapatkan dan semakin besar bukaan diafragma maka semakin sempit ruang tajam dalam foto.

4.      Macam – macam Hasil Foto
Secara kategorisasi foto dibedakan menjadi berbagai macam. Kategorisasi ini bertujuan untuk memudahkan pembuatan dan pemanfaatannya, sesuai dengan standar kualitas bagi masing-masing keperluan. Ada banyak sekali kategori foto, antara lain foto keluarga, foto dokumentasi, foto resmi, foto salon, foto seni, foto kriminal, foto kedokteran (foto sinar X/rontgen), foto infra merah, foto bawah taut, foto satelit, foto udara, foto mikro, foto jurnalistik,  foto in door, foto out door, dan masih banyak kategori-kategori foto yang lainnya.
Selain itu, ada pula kategori foto berdasarkan ukuran. Misalnya pas foto, foto seluruh badan, foto KTP, foto paspor, foto postcard, foto haji dan lain-lain. Ada pula pembedaan sesuai dengan jenis kameranya, misalnya foto analog (dengan film) dan foto digital.
Anton Foto & Video dalam bergerak di bidang jasa foto dan video, yaitu melayani foto dan video panggilan untuk acara pernikahan, wisuda pre-wedding, lelayu, seminar, ulang tahun, purna warsa sekolah, pengajian, foto keluarga, pas foto, dan lain sebagainya. Anton Foto & Video memberikan jasa dalam tampilan fotonya dalam berbagai hal macam bentuk. Berikut ini akan di uraikan macam-macam bentuk tampilan jasa foto yang diberikan oleh Anton Foto & Video.
v  Pre-Wedding
Foto pre-wedding kini semakin banyak digemari oleh para pasangan yang ingin melangsungkan pernikahan. Foto pre-wedding umumnya dibuat untuk sebuah karya foto yang akan membuat kesan unik, bercitarasa, indah dan menarik. Karena hal tersebut maka, untuk membuat citarasa dalam pembuatannya diperlukan sebuah perencanaan atau sebuah konsep dari khsusnya pihak pengantin dan umumnya dari pihak wedding organizer, agar sebuah foto pre-wedding dapat menjadi bagus, indah, dan kelak menjadi sebuah kenangan tersendiri bagi pengantin tersebut. Foto pre-wedding biasanya dipajang pada buku album, di area resepsi, desain undangan pernikahan, atau dapat pula sebagai hiasan rumah.


v  Graduation
Didengar dari perkataannya memang sudah tidak asing lagi. Graduation yang dapat berarti kenaikan pangkat, kelulusan, atau orang Indonesia sering menyebut dengan Wisuda. Tak dapat dipungkiri lagi setiap orang yang baru saja wisuda pasti menginginkan adanya dokumentasi bersejarah tentang moment tersebut. Maka dapat disimpulakan bahwa Graduation tersebut adalah pelayanan jasa Foto dengan objek sedang mengalami moment Wisuda (kelulusan).

v  Candid
Candid adalah salah satu karya fotografi yang mengandalkan kepekaan dan insting fotografer untuk membidik objek-objek yang menarik. Dengan kata lain fotographer dapat membidik suatu peristiwa yang natural (tidak dibuat-buat), ekspresif, dan spontan. Biasanya hasil dari foto candid berupa portrait wajah dalam posisi tidak berpose (objek tidak sadar bila sedang diportrait).


v  Commercial
Commercial fotography mempunyai cakupan yang luas sekali. Objek apapun bisa dijadikan karya foto yang memiliki nilai jual, sehingga tiap fotografer yang menggeluti bidang ini perlu bekal pengetahuan fotografi yang luas terhadap penggunaan berbagai perangkat pemotretan dan segala aksesori pendukungnya serta perangkat penyinaran dan aksesorisnya. Dan yang paling penting adalah manajemen dan wawasan untuk mendukung kreatifitas dan kelancaran kerja.
Ini berarti seorang fotografer komersial haruslah berpengetahuan lengkap terhadap segala macam teknis pemotretan dan juga berpengalaman dengan jam terbang melakukan pemotretan terhadap berbagai jenis benda mati dan benda hidup, produk paling kecil sampai paling besar misalnya flora, fauna, balita sampai model dewasa. Selain itu fotografer juga harus fasih melakukan pemotretan studio, mengetahui workflow pemotretan, mengetahui pemotretan di tempat terbuka dan bisa bersosialisasi di berbagai kalangan yang berbeda tingkat sosialnya. Fotografi seringkali membawa sang fotografer jauh menjelajahi disiplin ilmu lainnya yang berhubungan dengan fotografi maupun yang tidak.


v  Kiddy
Kiddy merupakan salah satu dari sekian banyak karya fotografi yang umumnya dapat menghasilkan bidikan objek yang hasilnya berupa anak-anak kecil. Foto ini biasanya muncul ketika ada momen-momen ulang tahun anak, kartini anak, lomba anak-anak, dan masih banyak lagi.


v  Family Portrait
Family portrait adalah hasil karya fotografi yang membidik objek yaitu keluarga. Biasanya foto tersebut dipesan untuk acara-acara tertentu, misalnya setelah acara wisuda, pada acara pernikahan, dan masih banyak acara yang lainnya. Pada umumnya family portrait tersebut jarang sekali dipesan, karena pada saat ini masih sedikit orang untuk menginginkannya.




v  Pas Foto
Pas foto merupakan salah satu karya foto, namun dalam pembuatannya banyak menggunakan aturan-aturan resmi. Aturan-aturan tersebut yaitu kesesuaian komposisi yang digunakan, ekspresi wajah, hingga background yang digunakan.


Yang telah diuraikan di atas merupakan sedikit dari sekian banyak jenis-jenis karya fotografi. Semua itu tidak perlu untuk dihafalkan melainkan untuk dimengerti.

5.      Mengedit Foto
Alat dan bahan yang digunakan :
a.       Adapun alat yang digunakan untuk mengedit foto adalah
Komputer, dengan spesifikasi :
1)   Processor Intel Core 2 Duo
2)   Hard Disk 120 GB
3)   Memory (RAM) 3.00 GB
4)   Operating System ; Microsoft Windows XP
b.      Bahan yang digunakan untuk membantu proses pengeditan tersebut ialah :
1)   Software Adobe Fotoshop
2)   Software Presto! pageManager 7.15
3)   Software ColorEffect Pro (plug in tambahan untuk Photoshop)
Sebelum  memulai untuk mengedit sebuah foto alangkah baiknya jika mengenal software yang akan digunakan terlebih dahulu. Dan pada saat ini penulis akan mengenalkan software Photoshop.
a.       Tampilan pertama pada Photoshop
Tampilan pertama pada Photoshop dapat dilihat seperti pada gambar di bawah ini.

b.      Tools pada Photoshop
Berikut ini akan dijelaskan nama tools, fungsi, serta sortcut pada tombol keyboard.
NO
Tool
Nama & Sortcut
Keteranagn
A.    Selection Tools
1
Move Tool
( V )
Untuk menyeleksi suatu obyek. Kegunaan lain adalah alat ini untuk memindahkan posisi layer dalam satu foto ataupun memindahkan sebuah foto atau layer dalam sebuah foto ke foto yang lain / foto yang berbeda.
2
Rectangular Marquee Tool
( M )
Digunakn untuk membuat area selection berbentuk segi empat pada image. Dapat juga digunakan untuk menyeleksi objek yang berbentuk kotak. Klik kanan diatas alat ini maka akan muncul alat lain dari kelompok marquee tool seperti Eliptical Marquee Tool, Single Row Marquee tool dan Single Column Marquee Tool.
3
Elliptical Marquee Tool
( M )
Digunakn untuk membuat area selection berbentuk elips atau lingkaran pada image. Digunakan juga untuk menyeleksi objek yang berbentuk lingkaran seperti menyeleksi lingkaran mata, ban mobil dan objek lain. Alat ini masih satu kelompok dengan Rectangular Marquee Tool.
4
Single Row Marquee Tool
Untuk membuat area selection satu baris pada image ( ukuran tinggi selection adalah 1 pixel ).
5
Single Column Marquee Tool
Untuk membuat area selection satu baris pada image ( ukuran lebar  selection adalah 1 pixel ).
6
Lasso Tool
( L )
Digunakan untuk menyeleksi objek dengan bentuk bebas, alat ini akan membentuk seleksi sesuai dengan gerakan mouse, penggunaan alat ini sangat bergantung dengan gerakan mouse sehingga cukup sulit mengendalikan dan mencapai hasil yang maksimal.
7
Polygon Lasso Tool
( L )
Digunakan untuk menyeleksi objek dengan bentuk bebas bersudut, alat ini membentuk seleksi melalui titik-titik point yang dibuat dengan menggunakan klik kiri mouse. Alat ini juga dapat digunakan untuk memotong dan mengubah background foto. Lebih mudahnya alat ini digunakan untuk membuat area selection dengan cara menempelkan tepi selection pada area tertentu pada image.
8
Magnetic Lasso Tool
( L )
Untuk menyeleksi objek dengan bentuk bebas, cara kerja alat ini adalah menempel pada tepi objek yang akan dipotong ketika mouse bergerak mengelilingi tepian objek, selama proses seleksi alat ini membentuk titik-titik penghubung seleksi.
9
Magic Wand Tool
( W )
Digunakan untuk  menyeleksi satu jenis warna (warna solid) pada foto. Alat ini dapat menyeleksi dengan pengaturan nilai tolerance atau nilai cakupan warna, semakin besar nilai tersebut maka semakin luas cakupan warna yang di seleksi. Perbedaan toleransi dapat diatur pada tool opsion bar.
Crop & Slice Tool
10
Crop Tool
( C )
Digunakan untuk memotong gambar, foto ataupun canvas (kertas kerja). Pemotongan dengan alat ini dilakukan secara permanen mengubah bentuk dimensi lebar dan tinggi foto. Pemotongan dilakukan dengan menentukan area potong berbentuk kotak dari sebuah foto.
11
    
Slice Tool
( K )
Untuk kebutuhan website dengan cara memotong hasil desain yang telah dibuat di Fotoshop menjadi potongan yang lebih kecil.
12
Slice Select Tool
( K )
Digunakan untuk memilih potongan pada sebuah desain yang telah dipotong sebelumnya dengan menggunakan slice tool.
Retouching Tool
13
Patch Tool
( J )
Digunakan untuk memperbaiki foto dengan cara memanfaatkan pola yang terdapat pada foto tersebut. Perbaikan dilakukan dengan menyeleksi kerusakan area kemudian menarik seleksi tersebut diatas pola target untuk menutupi area kerusakan.
14
Spot Healing Brush Tool
( J )
Digunakan untuk menghapus noda pada sebuah foto ataupun gambar, alat ini juga biasanya digunakan untuk menghilangkan noda di wajah ataupun menghilangkan jerawat diwajah.
15
Healing Brush Tool
( J )
Digunakan untuk mengecat/melukis image dengan pola atau sample tertentu. Cocok untuk memperbaiki image yang agak rusak.
16
Red Eye Tool
( J )
Digunakan untuk menghilangkan efek mata merah yang timbul pada foto akibat pengambilan foto dalam kondisi gelap menyebabkan flash kamera memantulkan warna merah pembuluh darah dibalik mata.
17
Clone Stamp Tool
( S )
Digunakan untuk mengambil sample dari sebuah area gambar kemudian mengkloning / menerapkan sample tersebut untuk dilukiskan diatas area foto lain berdasarkan sample foto yang diambil.
18
Pattern Stamp Tool
( S )
Digunakan untuk melukis image dengan menggunakan pola tertentu sesuai dengan pola yang dipilih pada option bar.
19
Erase Tool
( E )
Untuk menghapus foto atau gambar dalam sebuah layer raster.
20
Background Erase Tool
( E )
Untuk menghapus foto atau gambar sehingga menghasilkan layer transparant pada bagian foto atau pada area yang dihapus.
21
Magic Erase Tool
( E )
Untuk menghapus area tertentu dari sebuah foto atau gambar yang memiliki warna yang serupa (satu warna solid) menjadi transparan dengan satu kali klik pada area warna tersebut. Bisa dimanfaatkan untuk menghapus background satu warna.
22
Sharpen Tool
( R )
Digunakan untuk menajamkan area tertentu dari sebuah foto atau gambar.
23
Blur Tool
( R )
Digunakan untuk menghaluskan/mengaburkan area tertentu dari sebuah foto atau gambar. Dengan mengaburkan gambar akan memberikan kesan halus, blur juga dapat menyamarkan pixels gambar.
24
Smudge Tool
( R )
Digunakan untuk menggosok/mencoreng area tertentu dari sebuah foto atau gambar seolah-olah di pengaruhi oleh sapuan jari telunjuk diatas sebuah lukisan.
25
Burn Tool
( O )
Digunakan untuk menggelapkan warna di area tertentu pada gambar atau foto dengan memberikan shadow / bayangan pada area tertentu hingga tampak lebih gelap.
26
Sponge Tool
( O )
Digunakan untuk mengubah saturation di area tertentu pada area gambar atau foto.
27
Dodge Tool
( O )
Digunakan untuk menerangkan warna di area tertentu pada gambar atau foto dengan memberikan highlights pada area tertentu hingga area tersebut tampak lebih cerah / terang.
Drawing and Type Tools
28
Pen Tool
( P )
Untuk menggambar path sudut ataupun lengkung. Alat ini biasa juga digunakan untuk menyeleksi objek. Selain alat ini ada kumpulan alat lain untuk menambah titik point, mengurangi dan memodifikasi path yang telah dibuat.
29
Freeform pen Tool
( P )
Digunakan untuk membuat path berbentuk bebas sesuka hati Photoshop.
30
Add Anchor Point Tool
Digunakn untuk menambah anchor point, yaitu titik editor pada path.
31
Delete Anchor Point Tool
Digunakn untuk menghapus anchor point tertentu pada path.
32
Convert Point Tool
Digunakn untuk mengubah anchor point dan direction point pada path.
33
Horizontal Type Tool
( T )
Untuk membuat teks secara Horizontal.
34
Vertical Type Tool
( T )
Untuk membuat teks secara Vertical.
35
Horizontal Type Mask Tool
( T )
Tool untuk membuat teks secara Horizontal dan type mask untuk membut teks dalam bentuk selection.
36
Vertical Type Tool
( T )
Tool untuk membuat teks secara Vertical dan type mask untuk membut teks dalam bentuk selection.
37
Path Selection Tool
( A )
Untuk menyeleksi path yang telah dibuat dengan menggunakan pen tool.
38
Rectangle Tool
( U )
Digunakan untuk menggambar bentuk segi empat.
39
Rounded Rectangle Tool
( U )
Digunakan untuk menggambar bentuk segi empat melengkung.
40
Ellipse Tool
( U )
Digunakan untuk menggambar bentuk lingkaran.
42
Polygon Tool
( U )
Digunakan untuk menggambar bentuk polygon.
42
Line Tool
( U )
Digunakan untuk menggambar garis.
43
Custom Shape Tool
( U )
Digunakan untuk menggambar bentuk tertentu dari daftar bentuk yang ada.
Annotation, Measuring & Navigation Tool
44
Eyedropper Tool
( I )
Untuk mengambil sample warna dari sebuah gambar ataupun foto, sample warna diambil dengan cara mengklik warna target yang kemudian secara otomatis akan mengubah warna depan (foreground color) pada toolbox.
45
Notes Tool
( N )
Untuk memberikan catatan pada hasil desain yang telah di buat. Catatan ini berguna sebagai pengingat dalam proses pembuatan desain ataupun dapat berguna sebagai media untuk penyampaian sebuah pesan ketika bekerja secara team.
46
Hand Tool
( H )
Untuk menggeser/memindah bidang pandang foto atau gambar di dalam window view area atau dalam kondisi gambar sedang di perbesar (zoom in). Cukup tekan dan tahan tombol spasi untuk meminjam alat ini.
47
Zoom Tool
( Z )
Untuk memperbesar ataupun memperkecil tampilan foto atau gambar. Pengaturan zoom in atau zoom out dapat dilakukan melalui option bar.
48
Audio Annotation Tool
( N )
Digunakan untuk membuat suara/audio pada image.
Painting Tool
49
Brush Tool
( B )
Digunakan untuk melukis foto atau gambar dengan goresan kuas berdasarkan warna depan (foreground color) yang telah dipilih.
50
Pencil Tool
( B )
Digunakan untuk melukis dengan efek goresan pensil.
51
History Brush Tool
( Y )
Digunakan untuk melukis image menggunakan snapshot atau state history dari Image.
52
Art History Brush Tool
( Y )
Digunakan untuk melukis image menggunakan snapshot atau state history dari image, dengan model artistik tertentu.
53
Paint Bucket Tool
( G )
Digunakan untuk mengecat atau mewarnai area tertentu atau layer tertentu berdasarkan warna depan (foreground color) yang telah dipilih.
54
Gradient Tool
( G )
Digunakan untuk mengecat area yang dipilih (selected area) dengan perpaduan dua warna atau lebih. Gradient ini juga memiliki beberapa pengaturan dan tipe untuk menghasilkan efek perpaduan warna yang sesuai dengan keinginan.

Setelah mengenal beberapa tools dan kegunaannya maka akan mengerti untuk menggunakan software tersebut. Selain itu ada jalan lebih mudah lagi untuk menggunakan tools tersebut dengan menggunakan shortcut-shortcut tools tersebut.
Selanjutnya penulis akan mejelaskan segelumit tentang mengedit foto. Hal tersebut merupakan sedikit dari dasar-dasar menggunakan software Photoshop yang dapat dikreasikan lebih banyak lagi. Misalnya, mengganti warna, memberi bentuk, memberi effect dan memindahkan dari foto satu ke foto yang lainnya. Berikut akan dijelaskan.
a.       Pas Foto
Berikut ini akan dijelaskan tentang berbagai cara untuk mengedit pas foto, mengenai mengedit background, mengganti warna pakaian, menghilangkan noda diwajah, dan lain sebagainya. Pertama membuka jendela projek software untuk mengedit foto. Pada kali ini penulis menggunakan software Photoshop. Setelah membukanya, langkah selanjutnya me-import foto :
1)      Pilih menu File > Open

2)      Muncul kotak dialog berikut ini. Pilih file yang akan digunakan. Lalu klik Open.

3)      Seletah memilih file yang akan digunakan, maka pada tampilan Photoshop akan muncul seperti berikut ini.


Tampak pada gambar tersebut terlihat bahwa foto tampak belum sempurna dan belum rapi. Maka, sebelum mencetak, maka perlu mengedit dari ukuran, warna, dan kesesuaian objek.
4)      Langkah untuk mengedit ukuran foto dapat dilakukan dengan memotong  atau sering disebut dengan mengcroping bagian foto tersebut. Dengan Photoshop, dapat menggunakan crop tool atau dengan memencet tombol C. Di dalam Photoshop ini ukuran crop dapat disesuaikan. Dengan mengisi pada bagian menu bar yang muncul atau dapat juga memilih pilihan yang ada pada kotak pilihan tersebut.


Untuk menjalankan crop dapat mendrak (menarik mose), setelah dirasa cukup pas maka tekanlah Enter. Namun jika dirasa masih kurang, dapat mengulangnya dengan menekan tombol Esc atau dapat juga memutar sumbu crop tersebut.

 

5)      Dari gambar diatas dapat di lihat bahwa warna dari background foto masih belum rata. Maka langkah selanjutnya adalah meratakan warna background. Dalam Photoshop untuk mengubah warna tidak hanya menggunakn satu cara melainkan banyak cara. Dengan cara Magic  Wand tool, dengan menggunakan Filter > Extract, dengan Brush Tool, dan masih ada yang lainnya. Namun pada kali ini penulis akan memperlihatkan menggunakan cara Magic Wand Tool. Tekanlah tombol W atau pilihlah Magic Wand Tool. Lalu pilih pada bagian background foto tersebut.


6)      Setelah itu langkah yang dikerjakan merubah warna background tersebut, dengan menggunakan Paint Bucket Tool atau dapat menekan tombol G.  Namun sebelum itu pilihlah warna pada Set Backgroun Color. Untuk standar Indonesia warna merah digunakan untuk digunakan seorang yang lahir pada tahun  ganjil, untuk warna biru digunakan seorang yang lahir di tahun genap. Selain kedua warna tersebut masih banyak lagi ketentuan warna untuk kepentingan yang lain.
7)      Langkah tersebut merupakan langkah untuk merubah warna background, namun didalam pasar, masyarakat terkadang menginginkan foto hitam putih. Maka untuk membuat menjadi hitam putih dapat menggunakan salah satu fungsi dari Layer > New Adjusment Layer > Blak&White (untuk Adobe Photoshop CS3 keatas yang telah dilengkapi fitur lebih lengkap).


Setelah pilih menu tersebut maka akan muncul kotak dialog sebagai berikut.

Setelah mengaturnya, hasilnya akan menjadi seperti berikut.
b.      Pre-Wedding
Mengedit foto pre-wedding merupakan susah-gampang bagi seseorang. Karena dalam pengerjakannya editor dituntut untuk memiliki kreatifitas, inspirasi luas, dan keuletan. Namun editor juga mudah melakukannya karena dalam foto pre-wedding para calon pengatin telah menentukan konsep yang akan digarap oleh editor. Jadi jangan ketakutan atau sudah tidak semangat lagi untuk melakukannya.

c.       Wedding Book
Wedding book adalah mengedit foto dari proses pernikahan, yang nantinya hasil dari editan tersebut disatukan dalam satu buku album. Biasanya masyarakat  menyebutnya dengan buku album manten. Dalam pengeditannya sangatlah mudah, hanya saja dalam proses editing tidak  asal menempatkan foto satu dengan foto yang lainnya. Melainkan harus memperhatikan urutan acara prosesi tersebut, mulai dari proses rias pengantin sampai penutupan acara pernikahan. Setelah editan selesai foto tidak hanya asal ditempel dibuku album, namun ada tata cara tersendiri. Yang pertama foto dari pihak keluarga, foto dari proses pernikan tersebut, suasana ditempat prosesi, hingga hiburan yang terjadi.


d.      Re-Pro
Re-pro adalah mengedit dari foto lama menjadi foto baru lagi. Hal tersebut biasa dipesan oleh komsumen dengan tujuan sebagai kenang-kenangan dari orang-orang yang terdahulu agar anak cucu yang selanjutnya masih tahu tenteng orang yang dahulu. Berikut akan dijelaskan bagaimana langkah untuk melakukannya.
1)      Pertama import sebuah foto lama yang telah discan datanya. Sama seperti langkah yang sebelumnya.


2)      Langkah kedua mengambil data foto

Klik open, maka pada jendela Photoshop akan muncul gambar seperti dibawah ini.

Nampak terlihat bahwa dari foto tersebut banyak bagian-bagian yang sudah usang dan warnanya tidak bagus lagi.
3)      Langkah selanjutnya membenahi bagian-bagian yang usang tersebut menjadi lebih bagus lagi. Jika objek diperbesar, maka tampak lebih jelas bagaimana kerusakan objek tersebut.


Untuk membenahinya dapat menyamakan warna dengan objek yang masih bagus. Dengan kata lain Photoshop akan menjiplak dari objek lain, atau bisa juga meng- copy-paste nya.
4)      Menggunakan Patch Tool atau tekan tombol J pada keyboard untuk melakukannya. Lalu seleksi pada bagian yang sudah uasang tersebut, dalam hal ini seleksi tidak dapat dilakukan secara luas, namun hanya sedikit-sedikit. Hal tersebut dikarenakan bagian yang usang tersebut belum tentu bentuk dan warna objeknya sama dengan yang masih bagus.


5)      Setelah menseleksi seperti contoh diatas, langkah selanjutnya menarik atau sering disebut dengan mendrak ke bagian objek yang di anggap hampir sama dengan warna atau bentuk dari objek tersebut.
6)      Berikutnya lakukan hal yang sama pada bagian yang usang-usang lainnya hingga menjadi lebih bagus dari yang awal.

7)      Dari hasil tersebut dapat di lihat bahwa warna dari foto tersebut belum sepenuhnya sempurna. Maka perlu bermain-main dalam pewarnaannya. Dapat mengatur Brightness/Contrast-nya di menu Layer > New Adjustment Layer > Brightness/Contrast.


Muncul kotak dialog seperti dibawah ini. Anda dapat mengatur kecerahan atau gelapnya objek.


8)      Hasil yang di peroleh akan jauh lebih bagus dari foto yang sebelumnya.

Diatas merupakan beberapa dari macam-macam mengedit menggunakan Photoshop. Photoshop sendiri merupakan software untuk mengedit grafis yang mudah digunakan dan sudak cukup mampu mencakup semuanya. Namun untuk menghasilkan suatu karya yang lebih dari cukup maka digunakan software-software pendukung lainnya. Misalnya, Photoshop LightRoom, ColorEffect Pro, dan masih banyak software lainnya. Software-software pendukung tersebut digunakan untuk mempertajam warna, efek, dan nilai seni lainnya. Setelah menggunakan software pendukung tersebut maka akan dihasilkan sebuah karya seni yang jauh lebih berbeda nilai seninya.

6.      Pre-pare Produksi
Dalam menjalankan suatu kegiatan produksi kegiatan pre-produksi sangatlah penting. Karena hal tersebut sangat berpengaruh dalam ketepatan, kesigapan, dan kecepatan untuk  bekerja. Kegiatan yang dilakukan selama pre-produksi diantaranya mengambil barang yang akan digunakan selama produksi, cek kondisi alat apakah dapat digunakan dengan baik, kurang bagaimana, atau sudah tidak dapat digunakan lagi. Alat yang biasa dicek adalah :
·         Camera
·         Camcorder
·         Bateray
·         Lighting
·         Triport
·         Kabel
·         Kaset atau memory
Setelah melakukan ceking seperti diatas, langkah selanjutnya menaruh barang yang telah dipersiapkan ketempat tersendiri. Kegiatan ceking sendiri bertujuan untuk memastikan alat yang akan dibawa, kesiapan alat tersebut, dan terutama untuk memperlancar kerja.
Kegiatan ceking selain dilakukan sebelum pre-produksi juga dilakukan setelah proses produksi. Semua itu dilakukan untuk menjaga agar alat yang digunakan tetap terjaga dan terawat.

B.     Analisis Pelaksanaan
Analisa hasil pelaksanaan merupakan evaluasi dari kegiatan yang telah dilakukan siswa selama melaksanakan Praktik Industri. Sekaligus untuk mengetahui hambatan-hambatan yang di hadapi siswa selama melaksanakan program kegiatan yang telah di rencanakan sebelumnya ada beberapa program yang tidak dapat di laksanakan dan beberapa program tambahan.
  1. Program yang tidak dapat dilaksanakan dan hambatannya.
No
Program Latihan
Hambatan
1
Shooting video
Ketidak aktifan individu

  1. Program yang dapat dilaksanakan dan hambatannya.
No
Program Latihan
Hambatan
1
Mengedit foto
Kurang kreatif
2
Memfoto objek
Mengarahkan objek

  1. Program tambahan dan hambatannya.
No
Program Latihan
Hambatan
1
Administrasi
-



BAB IV
Penutup

A.           Kesimpulan
Setelah melakukan Praktik Industri (PI) di Anton Foto & Video dapat disimpulkan bahwa:
1.      Pelaksanaa Praktik Industri (PI) dapat mendorong siswa untuk bekerja dengan trampil, cekatan, ulet, dan tepat waktu.
2.      Dengan diadakannya Prakti Industri (PI) ini siswa dapat berpengalaman dalam melihat kondisi lapangan kerja yang nyata.
3.      Setelah dilakukannya Praktik Industri (PI) ini siswa dapat lebih menguasai pengetahuan yang di sekolah tidak dapat diberikan oleh guru.

B.           Saran
Saran yang dapat disampaikan untuk pihak yang berkepentingan dalam pelaksanaan Praktik Industri (PI) ini :
1.      Komunikasi yang baik sangat diperlukan untuk menciptakan etos kerja yang bagus
2.      Kerja sama yang baik antar sesama sangat diperlukan agar pekerja dapat menghasilkan pekerjaan yang sempurna dan terjalinnya kekompakan satu dengan yang lainnya
3.      Ketepatan waktu, ketrampilan, keuletan, dan cekatan dalam bekerja sangat diperlukan sehingga pada waktu bekerja tidak terburu-buru karena akan menghasilkan pekerjaan yang kurang sempurna
4.      Penguasaan dalam teknik-teknik dalam bekerja akan memudahkan dalam melakukan suatu pekerjaan tersebut.